Home >> Berita Jatim >> 9 Orang Suspect Difteri Ditemukan Di Lamongan

9 Orang Suspect Difteri Ditemukan Di Lamongan

7 bulan terakhir, 9 orang suspect difteri ditemukan di Lamongan. Sejak januari lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan telah mendata ke Sembilan orang tersebut. Kabar baiknya setelah diakukan pemeriksaan lebih lanjut, Sembilan orang tersebut dinyatakan negative difteri.

Dilansir dari detik,com kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit dinas kesehatan lamongan, Bambang Suslio mengatakan 9 kasus difteri ini telah terdata semenjak bulan januari sampai dengan bulan juni (7/24).

Bambang menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut 9 orang suspect difteri itu dinyatakan negative.

Dinas kesehatan lamongan berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus difteri ini dengan malakukan outbreak response immunization (ORI). Program tersebut telah dilaksanakan sejak minggu (7/1). Menurutnya, sasaran dari ORI adalah anak usia 1 tahun sampai dengan usia kurang dari 19 tahun.

ORI tahap I telah menyasar sekitar 315.795 anak, sementara untuk tahap II jumlahnya tetap sama tidak ada perubahan. Namun sasaran riil ORI ini menyasar 325.635 anak.

Kegiatan ORI dinas kesehatan Lamongan mendapatkan dukungan dari banyak pihak salah satunya adalah dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bahkan dukungan dari pihak TNI ini hingga jajaran paling bawah seperti ketika pelaksanaan ORI di kecamatan Ngimbang. Terlihat beberapa personel TNI ikut serta hadir bersama dengan petugas kesehatan puskesmas Ngimbang.

Menurut Kapten Chb Choiri, Danrami 0812/06 ngimbang Kodim 0812 lamongan, TNI mendukung sepenuhnya pelaksaan imunisasi difteri tahap II di wilayah kecamatan ngimbang ini. Kapten Choiri menambahkan tidak hanya anggota TNI saja yang mendukung kegiatan imunisasi difteri ini tetapi juga jajaran paling bawah yakni Babinsa pun ikut serta kegiatan ORI tahap II ini.

“semua personel diminta unutk mendampingi petugas kesehatan dalam kegiatan imunisasi difteri. Baik pelaksanaan di sekolah, posyandu, puskesmas atau di fasilitas kesehatan lainnya,” ujar kapten choiri.

Langkah yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan lamongan ini sangat bagus sekali sebagai upaya pencegahan penyebaran virus difteri yang termasuk virus mematikan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Leave a Reply