Home >> Lamongan >> Pemkab Lamongan Rencana Bangun Museum
Museum Lamongan
Museum Lamongan

Pemkab Lamongan Rencana Bangun Museum

Pemerintah Kabupaten Lamongan berencana membangun museum sebagai tempat untuk menjaga benda-benda cagar budaya peninggalan sejarah di Lamongan sehingga tidak tercecer dan rusak atau apalagi hilang, sehingga generasi muda dapat mengerti sejarah Lamongan berasal dari benda-benda tersebut.

“Selama ini dari 44 prasasti dan benda budaya, 31 diantaranya yang masuk cagar budaya dan mendapat perawatan dan pengawasan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BPPP) Mojokerjo. Makanya Pemkab Lamongan berencana untuk membangun Museum supaya sepenuhnya itu bisa dijaga dan dirawat di Lamongan sendiri,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Lamongan, Agus Hendrawan, Kamis (3/8).

Saat ini, lanjut Agus, panggilan Agus Hendrawan, salah satu usaha Pemerintah Kabupaten Lamongan adalah melacak sumber pendanaan pembangunan museum tersebut, terutama pendanaan berasal dari pemerintah pusat. “Pembuatan museum memerlukan dana yang lumayan besar. Mudah-mudahan di dalam saat dekat kami dapat melihat hasil dari sumber dana tersebut, sehingga cepat terealisasi” ungkap Agus serius.

Ditempat terpisah, Pemerhati budaya Lamongan, Supriyo mengatakan, Lamongan sebetulnya harusnya mempunyai museum untuk menampung banyaknya benda-benda cagar budaya yang tercecer di sejumlah tempat. “Benda-benda cagar budaya di Lamongan tersebut banyak yang mudah dipindahkan, sehingga rawan untuk hilang ataupun dicuri. Maka harusnya memiliki museum area untuk menjaga situs-situs cagar budayanya,” terang Supriyo yang juga mengaku telah dulu mengusulkan hal tersebut tapi sampai saat ini belum terwujud.

Cak Priyo, panggilan Supriyo berikan contoh di Desa Kedungwaras dan Desa Landeyan, Kecamatan Modo dulu ditemukan Lingga Yoni utuh, tapi saat ini hanya tinggal Yoninya saja. “Hilangnya sebagian arca di Desa Dumpi Agung Kecamatan Kembangbau yang menurut pendataan era kolonial Belanda terdapat sekitar 7 benda purbakala berwujud arca dan lingga Yoni kini tinggal Yoni saja. Ini adalah umpama lain perlu terdapatnya museum di Lamongan” tegas Cak Priyo.

Leave a Reply