Home >> Olahraga >> Bryan: Tak Main ISL, Tarkam Pun Jadi

Bryan: Tak Main ISL, Tarkam Pun Jadi

Turnamen sepak bola Indonesia atau lebih dikenal dengan Indonesia Super League (ISL) 2015 telah diselesaikan lebih dini oleh PSSI. Keputusan yang dikeluarkan oleh PSSI ini disebabkan oleh ditariknya izin PSSI oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Izin yang dicabut dan setiap laga yang digelar di ISL 2015 tidak mendapatkan izin dari kepolisian memaksa kompetisi ISL 2015 disudahi lebih dini. Penghentian ISL 2015 berimbas panjang pada pemain dari masing – masing klub peserta ISL 2015. Salah satu pemain sepak bola yang kena imbasnya adalah Bryan Cesar Ramadhan.

Pesepak bola muda berusian 22 tahun ini bermain sebagai gelandang di Persiba Balik Papan. Bryan mengaku sangat berharap mendapatkan undangan untuk bermain di Tarkam (turnamen antar kampung) untuk terus menyambung hidupnya yang selama ini bergantung pada sepak bola.

Menurut penuturanya, “mau apalagi, kompetisi ISL 2015 dihentikan. Mau tidak mau main ya main tarkam. Pemain yang lain juga demikian. Para pemain bahkan saling memberikan informasi apabila ada tawaran bermain tarkam.”

Bayaran bermain di tarkam menurutnya juga lumayan. Untuk pesepak bola muda seperti dirinya, biasanya bisa mendapatkan bayaran Rp 700 ribu setiap kali main. Bayaran ini bisa lebih mahal apabila lokasi pertandinganya semakin jauh. Sedangkan untuk pesepak boal yang sudah terkenal di kancah sepak bola nasional bisa mendapatkan bayaran hingga satu juta tiap kali main.

Bryan sangat menyesalkan keputusan dari Kemenpora untuk membekukan PSSI. Akibat pembekuan PSSI ini kompetisi ISL 2015 yang seharusnya sudah bergulir terpaksa dihentikan oleh PSSI. Hal ini membuat banyak klub merugi sehingga tidak bisa menggaji para official dan juga para pemain.

Nasib pemain yang menggantungkan hidupnya pada sepak bola seperti dirinya juga terkena imbasnya. Bryan biasanya selalu menyisihkan gaji bermain sepak bolanya untuk membantu perekonomian kedua orang tuanya. Karena kompetisi berhenti, dia mengaku sekarang ini belum bisa lagi membantu orang tuanya kaena dia belum ada penghasilan. Mengenai kondisi sepak bola seperti saat ini juga sudah Bryan jelaskan kepada orang tuanya.

Namun sayang, hingga saat ini Bryan mengaku juga belum mendapatkan undangan untuk bermain tarkam. Sementara ini dia hanya mendapat ajakan untuk bermain futsal. Meskipun demikian dia bersyukur paling tidak bisa main futsal selama tiga hari dan mendapatkan tambahan penghasilan.

Leave a Reply