Home >> Berita Jatim >> Keracunan Masal di Hari Isra Miraj

Keracunan Masal di Hari Isra Miraj

Kepala Desa Banjar Billah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang mengadakan acara Isra Miraj. Acara tersebut di hadiri oleh seluruh wara desa Banjar dan sejumlah tamu undangan.

Acara yang berlangsung dengan lancar itu ternyata berbuntut kurang baik setelah para warga dan tamu undangan yang menyantap nasi box dan kue yang dibagikan mengalami mual – mual hingga bahkan muntah – muntah. Mereka diduga mengalami keracunan makanan yang dibagikan.

Hingga berita ini ditulis sudah tercatat sebanyak 197 orang yang diduga mengalami keracunan makanan. Sebanyak 21 orang lainya dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di Sampang dan pusekmas Blega Kabupaten Bangakalan.

Banyaknya warga atau tamu undangan yang datang pada acara tersebut membuat jumlah korban keracunan makanan terus bertambah. Menurut Kepala Puskesmas Tambelangan, Romsah, “setiap jamnya masih ada pasien yang masuk akibat keracunan makanan ini. banyaknya para korban memaksa puskesmas mengerahkan 9 dokter untuk menangani banyaknya pasien.”

Kepala Puskesmas Tambelangan ini masih belum tahu jenis racun yang ada pada nasi atau kue yang dibagikan ke pada para undangan tersebut. menurutnya, “sample makanan, kue dan muntahan yang dikeluarkan korban keracunan ini sudah dibawa ke Surabaya untuk diteliti oleh Badan Pemeriksaan Obat Dan Makanan Surabaya.”

Karena semakin banyaknya pasien korban keracunan yang berdatangan, Puskesmas Tambalangan tidak mampu menampung mereka di kamar inap. Para pasien ini kemudian di tempatkan di lantai. Para pasien juga tidak keberatan mereka ditempatkan di lantai asalkan mereka bisa bisa kembali sembuh.

Misroki salah satu ibu korban keracunan atas nama anak Haris menuturkan, “tidak masalah ditempatkan dimana saja yang penting anak saya bisa kembali sembuh.”

Kejadian keracunan masal ini membuat wartawan ingin meliput beritanya. Namun sayangnya saat mereka sudah berada di ruang UGD RSUD Sampang, sejumlah petugas keamanan Rumah Sakit menghalangi para awak media untuk meliput kejadian ini.

Pihak Rumah Sakit sendiri enggan mengomentari kejadian ini. banyak para awak media yang mengaku kecewa akibat dilarang meliput atau mengambil gambar korban keracunan makan masal ini.

Leave a Reply