Home >> Berita Jatim >> Terkendala Lahan, Tol Moker Mangkrak

Terkendala Lahan, Tol Moker Mangkrak

Masyarakat yang sudah ogah dengan lalu lintas yang padat kendaraan di beberapa titik sepanjang jalan raya mojokerto hingga kertosono menyambut baik dengan hadirnya tol Moker (Mojokerto – Kertosono). Jika pembangunan tol ini selesai dilaksanakan maka lalu lintas yang mengarah baik dari Mojokerto ke Kertosono maupun sebaliknya akan sangat membantu mengurai kepadatan kendaraan. Tidak hanya padatnya kendaraan yang menjadi masalah bagi para pengendara, tetapi juga kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang menjadi masalah lain saat berkendara.

Namun kabar sayangnya masyarakat nampaknya masih belum bisa merasakan mulusnya jalan tol Moker pasalnya pembangunan ruas jalan tol Moker khususnya yang melintas wilayah kabupaten Mojokerto dihentikan sementara waktu. Penghentian ini diduga karena ada masalah pembebasan lahan.

Syamsul Coir, Pimpinan proyek ruas jalan tol Moker seksi 2, menyatakan, “proyek tol memang sementara ini dihentikan karena masih terkendala lahan yang masih belum beres.”

Penghentian pembangungan ruas tol Moker ini juga membuat PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) sebagi pemegang hak konsesi ruas tol, menghentikan pembangunan proyek sejak dua bulan terakhir. Seluruh alat berat beserta tenaga kerja sudah ditarik.

Perwakilan PT MHI sebelumnya pernah mengungkapkan pembangunan tol Moker seksi 2 rencana akan dimulai kembali pada bulan Oktober 2015 nanti. Namun melihat masih terkendala lahan, proyek pembangunan tol Moker seksi 2 ini akan tertunda lagi.

Lahan yang masih belum bisa dibebaskan untuk jalan tol Moker tersebut hingga kini masih dikuasai oleh pemilik lahan. Lahan tersebut juga masih banyak pula yang masih menjadi tanah kas desa.

Kendala lahan tersebut juga dibenarkan oleh Suhariyono, perwakilan P2T, menurut penuturanya proyek tol Moker masih terkendala dengan pembebasan lahan. Karena masih banyaknya lahan yang belum terbebaskan terpaksa proyek ini dihentikan sementara waktu. Ada beberapa pemilik tanah yang masih belum ketemu harga yang diinginkan kemudian mengajukan perbaikan harga menjadi lebih tinggi untuk lahan yang dimilikinya. Namun menurutnya, seluruh pemilik lahan yang mengajukan keberatan sudah disampaikan ke Gubernur.

Leave a Reply