Home >> Olahraga >> Curhat Leo Saputra Soal Masa Depanya di Sepak Bola Indonesia

Curhat Leo Saputra Soal Masa Depanya di Sepak Bola Indonesia

Kisruh sepak bola nasional kembali terjadi lagi. Kisruh kali ini bisa dibilang lebih perih dari pada kisruh yang pernah terjadi sebelumnya. Kisruh yang dulu terjadi karena ada dualisme kompetesi yakni Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL). Sedangkan kisruh saat ini adalah kisruh mengenai pembekuan PSSI oleh Kemenpora sehingga mengakibatkan kompetesi sepak bola selesai lebih dini.

Meskipun kisruh yang sebelumnya terjadi dualism kompetisi, namun PT. Liga saat itu tetap mengadakan kompetisi ISL. Sedangkan untuk kompetisi IPL berada di bawah naungan PSSI yang dipimpin oleh Johar Arifin. Dualisme pertandingan saat itu masih memberikan ruang pemain untuk tetap bermain atau memilih klub yang ingin mereka bela.

Kondisi demikian sangat kontras dengan apa yang terjadi saat ini, kisruh pembekuan PSSI membuat kompetisi benar – benar harus bubar lebih awal. Kondisi ini membuat banyak klub dalam negeri merugi. Akibatnya mereka tidak sanggup lagi mengurus klub, baik untuk operasional tim maupun manajemen akhirnya jalan terakhir yang diambil oleh klub yang sudah tidak mendapat pemasukan dana lagi adalah membubarkan klub seperti yang dialami oleh Persis Solo. Kondisi ini membuat para pemain risau untuk menentukan masa depan mereka di dalam tim. Salah satu pesepak bola yang mengalami kerisauan tersebut adalah Leo Saputra.

Leo Saputra merupakan sosok pemain senior yang lama melintang di pesepak bolaan dalam negeri. Pemain 34 tahun yang pernah lama membela Persija Jakarta itu sempat juga bermain untuk beberapa klub. Klub terakhir yang dibelanya adalah Persita Tangerang.

Leo Saputra merasa risau dengan kondisi sepak bola dalam negeri. Menurut penuturanya,”saat kompetisi masih berjalan saja gaji para pemain sering ditunggak, biaya operasi saat cedera juga tidak dibayar. Mencoba telpon manajemen klub mau nagih janji juga tidak diangkat. Apalagi saat ini kompetisi dihentikan, coba saja dipikir. Kondisi sepak bola yang seperti ini yang membuat saya enggan untuk main sepak bola lagi.”

Kondisi sepak bola yang tidak menentu ini membuat Leo Saputra mantap untuk gantung sepatu. Leo sendiri masih belum tahu juga ingin melakukan apa setelah pensiun.

Meski sudah menyatakan untuk pensiun, Leo Saputra juga masih belum sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola yang sudah membesarkan namanya itu. Saat ini dia masih aktif merumput di lapangan hijau berlatih bersama tim SIWO DKI Jakarta. Dia juga menjadi juru taktik di klub sepak bola pelawak serta manta atlet (FK Man). Di klub tersebut diisi oleh para pelawak seperti Komeng, Jarwo Kwat, Bedu, Taufik Hidayat dan beberapa nama pelawak dan atlet tersohor lainya.

Leave a Reply