Home >> Olahraga >> Sevilla, Sang Juara yang Ingin Mempertahankan Mahkotanya

Sevilla, Sang Juara yang Ingin Mempertahankan Mahkotanya

Liga Europa merupakan kasta tertinggi kedua kompetisi sepak bola Eropa. Liga ini masih berada di bawah hinar binar kompetisi Liga Champion UEFA yang diikuti oleh klub – klub bergengsi Eropa. Meski dikatakan sebagai kasta kedua di benua Eropa, namun Liga Europa EUFA tetap menyajikan pertandingan yang tidak kalah seru seperti pertandingan yang berlangsung jumat dini hari tadi, 8 Mei 2015, pertandingan antara juara bertahan Sevilla melawan Fiorentina.

Banyak yang memprediksi jalanya pertandingan yang berlangsung selama 90 menit ini akan menjadi pertandingan yang alot bagi kedua kesebelasan. Sevillistas Rojiblancos, julukan bagi Sevilla, tentu tidak ingin kecolongan bermain di kandang sendiri apalagi status mereka di Liga Eropa EUFA adalah sebagai juara bertahan.

La Viola, julukan bagi Fiorentina, yang gagal menembus liga Champion UEFA tentu sangat berharap peruntunganya lebih bagus di Liga UEFA. Namun syarat berat harus dijalani oleh Fiorentina karena mereka harus berkunjung ke markas sang juara bertahan Sevilla.

Laga yang dihelat di Estadio Ramon Sanches Pizjuan ini disaksikan oleh pendukung kedua kedua kesebelasan. Begitu peluit wasit di tiup laga ini pun dimulai.

Bermain di kandang lawan tidak membuat ciut nyali skuad asuhan Vincenzo Montella. Bermain di atmosfer liga Spanyol dengan tekanan mental yang luar biasa dari para Supporter Sevilla yang memenuhi stadion Ramon Sanches Pizjuan tetap tidak meruntuhkan semangat para pemain La Viola.

Arahan dari sang pelatih, Vicenzo Montell, untuk langsung menyerang Sevilla hampir membuahkan gol setelah serangan balik yang diawali dari sprin Joaquin berlari dari sisi kiri lapangan kemudian diteruskan oleh Gomez. Namun sayang berkat sigapnya skuad tuan rumah dalam menghadang serangan itu mampu mementahkan peluang Fiorentina.

Sebagai juara bertahan yang tidak ingin dipermalukan di kandangnya sendiri, Sevilla yang diasuh oleh Unai Emry balik membalas serangan Fiorentina. Di menit ke 17 Aleix Vidal, pemain Sevilla, akhirnya berhasil membuat isi stadion Ramon Sanches Pizjuan bergemuruh. Melalui umpan yang brilian dari Bacca, dia akhirnya berhasil membuat jala gawang Fiorentina bergetar. Tertinggal 1 gol tak membuat semangat wakil italia, Fiorentina pudar. Dengan strategi menyerang ala Montella mereka gencar membuat repot pertahanan Sevilla. Dewi fortuna sepertinya masih belum berpihak ke La Viola hingga turun minum mereka masih belum bisa membalas gol tersebut.

Montella yang merasa lini belakangnya meninggalkan celah, kemudian memutuskan untuk menarik Nenad Tomovic dan menggantinya dengan Micah Richards. Akan tetapi langkah yang dibuat oleh Montella untuk memperkuat lini pertahanan Fiorentina masih mampu diobrak abrik oleh para pemain Sevilla.

Pada menit ke 52 lagi – lagi Vidal sebagai actor utama dalam pertandingan tersebut mampu membawa Sevilla mencetak gol keduanya. Unggul dua gol membuat Sevillistas Rojiblancos semakin bersemangat untuk menambah pundi – pundi golnya sebagai pemulus langkah mereka di leg kedua nanti.

Pelatih Sevilla, Unai Emry, memasukan tenaga baru Gameiro dengan menarik Bacca yang sudah kelihatan menurun performanya. Langkah ini terbukti jitu, pemain yang baru masuk tersebut berhasil membuat gol ketiga untuk Sevilla.

Dengan kemenangan 3 gol tanpa balas ini bisa menjadi modal yang bagus bagi Sevilla untuk bermain di leg kedua nanti yang akan dimainkan di kandang La Viola. Di leg kedua nanti, Fiorentina harus bisa membuat selisih 4 gol jika ingin melaju ke babak berikutnya. Mengingat lawan yang bakal mereka hadapi adalah Sevilla sang juara bertahan ini pasti akan menjadi ujian yang berat bagi Fiorentina.

Leave a Reply