Home >> Gaya Hidup >> Gaji Istri Untuk Siapa?

Gaji Istri Untuk Siapa?

Ketika berumah tangga, suami adalah kepala rumah tangga yang wajib menafkahi sang istri. Hal itu juga dibenarkan secara agama yang mana salah sat kewajiban suami adalah memberikan nafkah lahir dan batin. Nafkah lahir berupa mencukupi segala kebutuhan rumah tangga dan istri dan nafkah batin seperti seks atau kebutuhan rohani seputar keagamaan.

Di dalam agama bahkan dijelaskan jika sang suami tidak menafkahi sang istri maka pernikahan tersebut bisa dianggap batal. Artinya sama saja sang suami sudah menceraikan sang istri.

Terkadang di dalam rumah tangga, istri juga bekerja. Memang tidak ada larangan bagi istri untuk bekerja asalkan kehidupan berumah tangganya tidak terbengkalai. Istri juga boleh untuk bekerja dan mendaptkan gajinya sendirinya. Jika sang istri juga bisa bekerja dan memiliki gaji, lalu apakah ada tuntutan bagi sang istri untuk membagi gajinya untuk kebutuhan rumah tangga atau membaginya dengan sang suami?

Gaji istri untuk siapa?

Beberapa pasangan rumah tangga memang bisa jadi kedua pasangan suami istri bekerja. Sang istri mungkin sebelum menikah dengan sang suami sudah memiliki karir kemudian setelah berumah tangga dia tetap melanjutkan karirnya.

Hal ini biasa terjadi pada rumah tangga yang istrinya seorang guru, dosen, bidan, dokter, atau karir yang lainya. Jika hal demikian itu terjadi, sang istri yang berkarir atau bekerja dan dia memiliki gajinya sendiri, lalu untuk siapakah gajinya itu?

Menurut psikolog keluarga, Efnie Indrianie, MPsi, “istri yang bisa boleh saja menyimpan semua gajinya untuk dia sendiri asal sudah ada kesepakatan dengan suaminya.”

Istri yang berkarir dan memiliki gajinya sendiri pun sebenarnya berhak menyimpan semua gajinya sendiri. tidak ada tuntutan bagi sang istri untuk membaginya kepada sang suami. Sang suami pun juga tidak berhak meminta – minta gajinya sang istri. Namun jika sudah berumah tangga komunikasi antara suami istri soal pembagian gaji lebih baik dibicarakan sebelumnya.

Di luar sana bahkan banyak contoh sang istri yang gajinya lebih besar dari suami merasa mampu untuk memenuhi kebutuhanya sendiri kemudian rumah tangga menjadi tidak akur. Namun ada pula contoh biarpun sang istri gajinya lebih besar dari pada sang suami kehidupan rumah tangga tetap berjalan harmonis dan romantic.

Leave a Reply