Home >> Opini >> Apa Kata Mendikbud Terkait Banyaknya Kecurangan Saat UN

Apa Kata Mendikbud Terkait Banyaknya Kecurangan Saat UN

Ujian Nasional atau UN sering kali dijadikan kesempatan oleh beberapa oknum untuk meraup untung. Bagaimana tidak setiap kali pelaksanaan UN baik di tingkat SMA, SMP atau SD ada – ada oknum yang mengaku bisa membantu kelulusan UN karena dia memiliki kunci jawaban UN. Dan yang lebih parahnya lagi oknum – oknum tersebut memberikan harga tertentu untuk soal jawaban yang mereka jual.

Banyaknya kecurangan UN ini sebenarnya sudah terjadi sejak belasan tahun yang lalu. Hal ini juga di amini oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan.

Menurut penuturanya, “praktik kecurangan saat UN sudah terjadi sejak belasan tahun”.

Pada hari selasa, 5 Mei 2015 lalu, setelah bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo, Anis mengaku pelaksanaan UN pada tahun ini berjalan dengan lancar baik dari penyediaan soal UN dan pendistribusian soal UN semua berjalan dengan lancar. Namun secara pelaksanaan masih belum sempurna, imbuhnya.

Praktik kecurangan saat UN yang sudah terjadi sejak lama ini harusnya tidak boleh didiamkan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut secara terbuka mengatakan apabila ada inidkasi kecurangan saat UN maka sebaiknya segera laporkan ke Kemdikbud atau bisa juga dilaporkan ke Ombudsman.

Menurut Anis Baswedan, “selama ini kalau ada kecurangan saat UN baik ada oknum yang membantu mengerjakan UN atau ada yang membocorkan soal – soal UN, sekolah hanya diam dan pura – pura tidak tahu. Sikap diam terhadap setiap tindak kecurangan saat UN ini seakan membuat kecurangan saat UN itu diperbolehkan. Dan tindakan kecurangan saat UN ini ternyata semakin lama semakin banyak. Banyaknya tindakan kecurangan ini bukan karena semakin banyaknya pelakuk kecurangan saat UN tetapi karena orang baiknya diam dan mendiamkan saat terjadi kecurangan.”

Tindakan yang sudah lama terjadi ini harusnya ada pihak yang melaporkan agar UN bisa berjalan dengan jujur.

Anis Baswedan yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memiliki cara untuk memprbaiki pelaksanaan UN yakni dengan cara memakai index integritas UN. Anis sangat berharap pelaksanaan UN ke depan bisa berjalan lebih baik lagi dengan semakin banyak pihak yang ikut serta melaporkan setiap tindak praktik kecurangan saat UN.

Leave a Reply