Home >> Peristiwa >> Gampang, Petani Lamongan Tewas Tersambar Petir

Gampang, Petani Lamongan Tewas Tersambar Petir

Hari ini sabtu 2 Mei 2015, kondisi cuaca di wilayah Lamongan dan sekitarnya tampak tidak seperti biasanya. Langit mendung dan hujan gerimis yang terus menerus mengguyur wilayah Lamongan dan sekitarnya.

Hujan yang terus turun dari pagi hingga sore ini membuat aktivitas warga Lamongan sedikit terganggu. Para siswa banyak yang telat ke sekolah karena tidak memiliki payung ataupun jas hujan. Para pekerja kantoran juga banyak yang telat karena angkutan yang ditunggu tak kunjung datang. Para pekerja yang biasa naik kendaraan pribadi pun juga terlambat karena kendaraan mereka mogok akibat air hujan yang merembes masuk ke mesin mereka. Begitu pula nasih para petani yang sedikit canggung untuk pergi berladang.

Biasanya pada bulan mei jarang sekali hujan yang turun dari pagi hingga sore hari. Bulan mei biasanya sudah memasuki musim pancaroba dimana intensitas hujan sudah mulai menurun. Meskipun sudah memasuki musim pancaroba namun para petani lamongan masih banyak yang menanam padi di ladang mereka.

Di beberapa kecamatan, hujan yang turun sejak pagi dini hari tadi turun juga dibarengi oleh petir. Kondisi hujan dibarengi petir ini menjadikan para petani di kecamatan kedungpring ragu – ragu untuk pergi ke sawah.

Tidak demikian dengan Gampang, seorang buruh tani 50 tahun dari desa Mejenang Kecamatan Kedungpring ini tetap melanjutkan aktvitas berladangnya meski hujan terus mengguyur desa tersebut.

Gampang bersama rekannya yang bernama Wiji pergi ke sawah untuk menggarap lahan milih H Nuril. Hujan yang tak kunjung turun di desa Mejenang diiringi juga dengan suara gemuruh petir yang terus terdengar dari langit.

Gampang, petani lamongan ini tetap bekerja di bawah guyura hujan dan petir yang menyambar – nyambar. Suara gelegar petir yang begitu besar selain mengejutkan banyak orang ternyata saat itu juga menyambar tubuh Gampang yang saat itu sedang beraktivitas di tengah sawah.

Gelegar suara yang maha dahsyat dari petir itu membuat Wiji terbelala. Dilihatnya rekan kerjanya, Gampang, sudah tersungkur tak berdaya di atas tanah setelah tersambar petir. Kondisi cuaca yang ekstrim seperti ini sangatlah berbahaya untuk beraktivitas di luar rumah apalagi di tempat yang terbuka seperti di sawah.

Leave a Reply