Home >> Berita Jatim >> Usulan Gubernur Jatim Diapresiasi Presiden
Gubenur Didampingi KaDisHun dan LLAJ Jatim Saat Menjawab Pertanyaan Wartawan Seputar Agenda Rapat Dengan Presiden di Istana Negara Jakarta
Gubenur Didampingi KaDisHun dan LLAJ Jatim Saat Menjawab Pertanyaan Wartawan Seputar Agenda Rapat Dengan Presiden di Istana Negara Jakarta

Usulan Gubernur Jatim Diapresiasi Presiden

Usulan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengenai sejumlah proyek pembangunan angkutan massal dan infrastruktur transportasi di Jatim,diapresiasi Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Proyek-proyek tersebut diantaranya adalah perluasan Bandara Internasional Juanda, penambahan kereta komuter, trem, pembangunan double track, dan pembangunan beberapa pelabuhan.

Hal itu terungkap saat Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ketika ditemui wartawan seusai rapat tertutup dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presien Jusuf Kalla di Istana Negara Jakarta, Rabu (25/2).

Pakde Karwo mengatakan, sejumlah usulannya mengenai proyek pembangunan infrastruktur Jatim telah disetujui oleh Presiden, proyek yang menjadi prioritas jangka pendek adalah pembangunan double track dari Surabaya menuju ke Malang, ini karena trafiknya sangat padat dan sering kali terjadi kemacetan.

Proyek lainnya adalah merealisasikan rencana pembangunan angkutan massal di kota surabaya, yaitu membangun trem dari terminal Joyoboyo menuju Jembatan Merah, sampai ke Perak. Kemudian membangun monorel dari Keputih, Jl. Dr. Soetomo, hingga ke Lidah Kulon (PTC).

Selain itu, penambahan kereta komuter dari Surabaya-Sidoarjo akan ditambah 3 trem set, Surabaya-Lamogan 2 trem set, dan Surabaya-Mojokerto 2 trem set. Hal ini untuk menggantikan kerta komuter yang saat ini kondisinya sudah rusak dan tidak layak pakai. Serta penambahan kereta komuter jurusan Surabaya-Lawang-Malang-Kota-Kepanjen-Sumber Pucung.

“Tadi juga telah disepakati bahwasanya Jatim akan membangun berbagai proyek infrastruktur transportasi massa, yakni pembangunan double track Surabaya-Malang, serta penambahan kereta komuter jurusan Surabaya-Sidoarjo, Surabaya-Mojokerto, dan Surabaya-Lamongan. Ini untuk mengurangi beban kepadatan di jalan. Anggaran untuk penamnbahan komuter tersebut sebesar Rp. 120 miliar” katanya.

Usulan lain dari Pakde Karwo yang disetujui Presiden Jokowi adalah menghidupkan kembali (reaktivasi) jalan rel dari Jombang ke Babat-Lamongan-Gresik-Teluk Lamong. Tujuannya agar kedepan bisa dimanfaatkan untuk mengangkut hasil industri dari 980 ha kawasan industri di Jombang. Pakde Karwo juga mengusulkan reaktivasi rel dari babat ke Tuban untuk mendukung kawasan industri di Tuban.

Sedangkan usulan proyek jangka panjangnya adalah perluasan bandara Juanda. Kedepan, bandara yang terletak di Kabupaten Sidoarjo itu akan dikembangkan dengan membangun 2 landasan pacu (runway) yang direncanakan dimulai tahun ini dan ditargetkan rampung 2019 mendatang.

Guna mendukung bandara juanda dengan tiga runway ini, akan ada kereta api langsung dari stasiun kereta api Gubeng ke Bandara Juanda. Namanya Elevated Gubeng-Juanda, kereta api khusus yang terintegrasi dengan Juanda Airport City. Proyek ini membutuhkanlahan dengan luas sekitar 4.000 ha.

“Untuk pelaksanaan proyek elevated Gubeng-Juanda ini, kami akan segera membuat kontrak kerja bersama pemerintah pusat, provinsi, dan Kota Surabaya, mengenai sharing pembiayaannya. Perkiraannya sekitar Rp. 1,5 triliun” lanjutnya.

Selain perluasan Bandara Juanda, Gubernur juga meminta Bandara Trunojoyo Sumenep bisa segera dioperasikan, termasuk penuntasan runway di Bandara Bawean Gresik untuk segera diselesaikan dan dapat diioperasikan sebelum lebaran idul fitri 2015.

Proyek lainnya adalah pembangunan beberapa pelabuhan, yakni di Probolinggo, Pelabuhan Penyeberangan di Paciran-Lamongan dan penyeberangan di Ketapang-Banyuwangi. Serta penambahan angkutan Perintis Kepulauan di Madura, Bandara Bawean.

Untuk Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo, Pakde Karwo berharap ada Pelimpahan dermaga II Probolinggo setelah penyelesaian dermaga dua tersebut rampung. “Dermaga 2 Pelabuhan Tanjung Tembaga sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena pelabuhan Tanjung Tembaga yang ada sekarang sangat dangkal, hanya kedalaman 2,5 meter dan saat ini dikelola oleh PT Pelindo III.

Kewajiban Pemda Jatim melalui APBD membangun jalan akses ke palabuhan dan lapangan pergudangan, sedangkan APBN digunakan untuk membangun dermaga 2. “Kalau ini disepakati, maka pelabuhan Tanjung Tembaga ini akan menjadi satu-satunya pelabuhan yang dikelola oleh pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan, tujuannya mengumpulkan Gubernur DKI, Jabar, dan Jatim dalam rapat pada kesempatan itu adalah untuk menjelaskan rencana pembangunan alat transportasi massa mengenai transportasi massa guna mengatasi kemacetan di tiga provinsi tersebut.

“Kita harapkan dapat secepatnya mengambil keputusan terkait pembangunan transportasi massa. Karena di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, dan Surabaya tingkat kemacetannya sudah parah. Tentu saja kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah ini akan menjadi visi kedepan kita demi mewujudkan sistem transportasi massa yang terbaik bagi masyraakat” ujarnya.

Leave a Reply