Home >> Berita Jatim >> Wagub Dukung Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2015
Wagub Jatim,Menpora RI Di Acara Bedah Buku Al-Qaeda Tinjauan Sosial-Politik Ideologi dan Sepak Terjang nya di Empiere Palace Surabaya
Wagub Jatim,Menpora RI Di Acara Bedah Buku Al-Qaeda Tinjauan Sosial-Politik Ideologi dan Sepak Terjang nya di Empiere Palace Surabaya

Wagub Dukung Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2015

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mendukung Kabupaten Jombang sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 Tahun 2015.

Dukungan itu disampaikannya saat menghadiri Bedah Buku “Al-Qaeda : Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” karya KH. As’ad Said Ali di Empire Palace Hotel Surabaya, pekan lalu.

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, sudah saatnya Jombang mendapat amanah untuk menggelar Mukatamar NU. Sebab di kota santri inilah terlahir para tokoh besar dan pendiri NU. Diantaranya, KH. Hasyim As’ari di Tebuireng, KH. Bisri Syansuri di Denanyar, dan KH. Wahab Chasbullah di Tambakberas.

“Tak hanya itu saja, Gus Dur yang pernah memimpin NU dan juga menjadi Presiden pertama dari NU yang memimpin Republik ini juga berasal dari Jombang,” jelaspria yang juga menjadi salah satu Ketua Pengurus Besar NU.

Dengan dilaksanakannya Muktamar NU di Jombang, maka seluruh warga NU dapat meneladani dan menapaktilasi semangat perjuangan para pendiri NU tersebut dengan lebih khidmat. Selain itu, terdapat beberapa manfaat yang akan dirasakan bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya masyarakat Jombang.

Diantaranya, menjadi sarana promosi wisata religi kepada ribuan peserta muktamar yang datang dari seluruh pelosok nusantara. “Semua peserta Muktamar nanti akan kita ajak berkunjung makam-makam pendiri NU di Jombang. Jika selama ini warga NU sudah banyak yang berziarah, kini saatnya para pengurus dari seluruh nusantara untuk berziarah” katanya.

Selain itu, juga menjadi ajang promosi produk-produk unggulan Jatim, khususnya asal Jombang. Ia optimis perekonomian di Jatim juga akan ikut terdongkrak dengan adanya Muktamar di Jombang. “Saya mendukung sepenuhnya Jombang sebagai tuan rumah Muktamar NU 2015” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kesiapan Jombang sebagai tuan rumah Muktamar juga didukung oleh empat Ponpes terbesar di Jombang. Yakni Ponpes Tebuireng, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Ponpes Mambaul Maarif Denanyar, dan Ponpes Darul Ulum Rejoso. Tak hanya itu, Bupati Jombang pun telah menyatakan kesiapannya menggelar Muktamar. Dukungan dari berbagai pihak tersebut terungkapsaat pentas Seribu Rebana memperingati dua tahun Jalan Gus Dur dan anugerah pahlawan nasional KH A Wahab Chasbullah di Jalan Gus Dur, Jombang (15/11) lalu.

Senada dengan Gus Ipul, Ketua PWNU Jatim, KH. Mutawakkil Alallah mengatakan, situasi dan kondusi Jatim, khususnya Jombang yang sangat kondusif merupakan salah satu alasan kuat mengapa Muktamar NU ke-33 dapat diselenggarakan di Jombang.

“Kami siap mengadakan Muktamar NU tahun depan disini. Karena kami ingin even nasional itu dilaksnakan di tempat yang sangat besejarah, yakni di Jombang. Selama ini belum pernah Muktamar ditempatkan di pesantren-pesantren tempat berdirinya para tokoh utama pendiri NU” katanya.

“Dengan diadakannya Muktamar di tempat tersebut, akan mengingatkan kita sebagai bangsa yang besar yang harus ingat sejarah perjuangan para pahlawan pendahulunya. Ini juga sesuai dengan perintah Rasulullah, mengenang dan mengingat para pejuang agar bisa meneladaninya. Kemudian diingatkan pula oleh Bung Karno, yakni jasmerah (jangan sekali-kali melupakan sejarah)” ujarnya.

Masih menurut Mutawakkil Alallah, Buku Al-qaedah merupakan buku yang istimewa dan luar biasa. Ini karena ada 3 hal, pertama, penulisnya adalah seorang tokoh dan salah satu ketua bahkan wakil ketua organisasi keagamaan moderat terbesar di dunia. Sang penulis berbicara tentang organisasi radikal seperti Al-Qaedah dan sejenisnya yang dimana radikalisme agama ini menjadi kecemasan duina internasional.

Hadir pada kesempatan itu, Menpora RI, Imam Nahrawi, penulis dan penyaji buku, KH As’ad Said Ali, pembedah buku, KH. Mashuri Malik, KH. Agoes Ali Mashuri, dan KH. Ihwanul Qirom, mantan Mendikbud, M. .Nuh, serta 22 perwakilan PWNU.

Leave a Reply