Home >> Berita Jatim >> Wapres Kunjungi PG Gempolkerep
MENINJAU PG GEMPOLKEREP - MOJOKERTO (1)
MENINJAU PG GEMPOLKEREP - MOJOKERTO (1)

Wapres Kunjungi PG Gempolkerep

Ketika meninjau ke pabrik, Wapres Yusuf Kalla didampingi Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul beserta seluruh rombongan mendapat penjelasan Direktur Utama PTPN X Subiyono, saat meninjau pabrik gula Gempolkrep, Kec.Gedeg, Mojokerto, Sabtu (6/12).

Dijelaskan, PG Gempolkrep yang didirikan sejak 1912 ini kapasitasnya mencapai 6.500 TCD. Tahun 2014, tegu yang digiling 991.516,30 ton dari areal tebu seluas 12.182,48 ha, sedikit menurun dibanding tahun lalu mencapai 1.086.849,90 ton, sedangkan rendemen mencapai 7,86 %, hal ini meningkat dibanding tahun lalu 7,20 %. Produksi gula tahun ini mencapai 77.581,60 ton, sedikit menurun dari tahun lalu mencapai 77.939,00 ton.

Sedangkan tahun 2015, dari luas 12.167 hektar akan menghasilkan tebu 1,072,500,00 ton dengan rendemen 8,35 %, diperkirakan akan menghasilkan gula 89.711,25 ton

Lanjutnya, tahun 2014 PG Gempolkrep yang merupakan salah satu unit usaha PT Perkebunan Nusantara X ini sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI Jatim Wapres, tahun lau dua sertifikasi yaitu sertifikasi sistem manajemen mutu dan sertifikat produk penggunaan tanda SNI. Sementara sertifikasi yang masih dalam proses adalah sistem managemen lingkungan ISO 14001:2004 dan sertifikasi sistem manejemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3).

Menurut Wapres, untuk dapat mengurangi impor gula perlu dibangun pabrik gula baru untuk menggantikan pabrik-pabrik yang telah tua dan terus menurun kemampuan produksinya,

Saat ini, menurut Wapres kebutuhan gula mencapai empat juta ton, sementara kemampuan produksi hanya 2,5 juta ton. Impor tidak bisa terhindarkan. Pemerintah mentargetkan 100 ton per hektar dengan rendemen 10 persen. Untuk itu, pemerintah akan membangun 10 pabrik gula baru untuk memenuhi hal tersebut. “Dengan 100 ton per ha dan rendemen 10 persen, kita harapkan tak hanya kesejahteraan petani tebu yang semakin baik, tetapi juga kemajuan pabrik-pabrik gula, serta terjaganya pasokan dan daya beli masyarakat terhadap gula,” harapnya.

Menurut Kalla, pemerintah akan membangun 10 pabrik baru, terutama untuk mengganti pabrik-pabrik gula yang sudah tua. Selain itu program revitalisasi pabrik gula, yang pernah dijalankan pada beberapa tahun lalu oleh beberapa pabrik gula tetap berjalan seperti biasa, termasuk PG Gempolkrep.

“Pabrik gula yang punya rendemen gula sampai 8 persen dan revitalisasinya sudah dijalankan, terus dilanjutkan saja. Namun yang rendemennya di bawah 6-7 persen, sebaiknya membangun pabrik gula yang baru,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Himpunan Petani Tebu Rakyat Gempolkrep H Mubin menyampaikan keluhan langsung kepada Wapres, supaya dalam jangka pendek gula di PG Gempolkrep bisa terserap semua. Karena selama musim giling 2014 hanya menyerap sekitar 30 %. “Setiap tahun gula kita laku tapi telalu lambat, di PG Gempolkrep giling 45 ribu kuintal per 15 hari, selama 11 periode. Saya khawatir musim giling 2015 tidak bisa beroperasi karena gula petani masih menumpuk di pabrik gula,” ujarnya.

Selain kendala pasar tidak ada yang membeli, lanjutnya, juga karena pengaruh gula rafinasi dengan harga Rp 6.500,- sedangkan petani dijual dengan harga Rp. 7.900,- padahal idealnya Rp 8500,-. Hal itu disebabkan tenaga kerja yang masih mahal karena belum mekansasi. “Kalau mekanisasi dibebakan pada petani terus terang belum mampu, tapi kalau ada keimitraan dengan cara bagi hasil, misalnya petani menyediakan traktor, sedangkan prasarana disediakan oleh PTPN atau PG,” ujarnya.

Kata H Mubi, dalam dialog itu, Wapres Yusuf Kalla menyanggupi kemitraan akan dibangun antara petani, PG dan PTPN. Selain itu, lanjutnya, Wapres juga berjanji akan membentuk konsorsium. Karena, kalau satu pintu harga tidak mungkin jatuh, akan dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Pembatasan impor juga akan disesuakan dengan kebutuhan dalam negeri, jika kebutuhan 4,5 ton, sementara hasil produksi 2,5 ton berarti hanya perlu impor 2 ton. Untuk makanan/ minuman tahun depan akan diberi rekomendasi supaya melakukan impor sendiri sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak ada rembesan gula rafinasi ke pasar umum.

Peninjauan ini merupakan rangkaian kunker wapres di Jatim, yang sudah diawali dengan mengunjungi terminal peti kemas Teluk Lamong.Terminal ini merupakan terminal peti kemas modern yang menggunakan perangkat otomatis.

Wapres yang dalam kesempatan tersebut didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman beserta rombongan akan melanjutkan kunjungan ke pusat penelitian perkebunan gula Indonesia di Pasuruan, lalu ke pusat inseminasi buatan Singosari, serta ke Waduk Karang kates Kab Malang.

Leave a Reply