Home >> Gaya Hidup >> Akar Kelembak, Alternatif Atasi Sembelit
Klembak atau Akar Kelembak Salah satu Obat Alternatif Cegah Sembelit

Akar Kelembak, Alternatif Atasi Sembelit

Saat mengalami sembelit tak sedikit orang yang langsung mengonsumsi obat pencahar agar proses buang air besar kembali lancar. Namun selain mengonsumsi obat pencahar berbahan kimia yang kini ada di pasaran, ada alternatif cara tradisional untuk mengatasi sembelit, yaitu dengan mengonsumsi akar kelembak.

Jenis tanaman itu biasanya punya akar berwarna kuning kecoklatan dengan potongan padat, keras dan berbentuk kubu cekung, pipih dan tidak beraturan. Akar kelempak yang biasanya memiliki panjang sampai 15 sentimeter ini memiliki permukaan terkupas yang pada umumnya diliputi oleh serbuk berwarna kuning kecoklatan, bagian dalam putih keabu-abuan dengan garis coklat kemerahan.

Bagian dari akar kelembak ini juga punya bau agak khas dan terasa pahit. Namun senyawa aktif yang terdapat di akar kelembak ini mampu bekerja secara efektif di usus. Secara sederhana, senyawa yang terkandung di akar kelembak tersebut akan diuraikan oleh bakteri di dalam usus hingga membentuk senyawa yang dapat merangsang saluran pencernaan. Rangsangan yang ditimbulkannya itulah yang akan meningkatkan terjadinya pergerakan di usus dan membuat buang air besar menjadi lebih mudah.

Namun penggunaan akar kelembak untuk mengatasi sembelit ini juga ada dosisnya. Seduh 1-2 gram serbuk akar kelembak dengan 150 ml air mendidih. Setelah itu saring airnya, dan minumlah sebelum tidur di malam hari. Konsumsi akar kelembak sebagai pencahar baru akan efektif dalam waktu 6 jam. Jika ingin menyetok akar kelembak ini, maka sebaiknya simpan dalam wadah berwarna gelap agar tak terkena cahaya dan tertutup rapat.

Akar kelembak sebagai salah satu alternatif mengatasi sembelit telah diterapkan pula di beberapa negara, salah satunya adalah Jerman. Namun, penggunaan akar kelembak sebagai obat sembelit juga perlu memperhatikan beberapa hal. Diantaranya tidak digunakan saat sembelit sudah berlangsung lama dan dibarengi dengan sakit perut, mual, muntah. Lalu, akar kelembak juga hendaknya tidak dikonsumsi terus menerus untuk mengatasi sembelit. Senyawa antrakinon yang ada di akar kelembak membuat jenis tanaman itu tidak boleh dikonsumsi lebih dari 1-2 minggu agar tak terjadi gangguan keseimbangan elektrolit tubuh.

Leave a Reply