Home >> Lamongan >> 1 Tahun Jembatan Longsor Tanpa Ada Kejelasan
Jembatan Longsor Tanpa Sebab di Desa Gebangangkrik Ngimbang Lamongan

1 Tahun Jembatan Longsor Tanpa Ada Kejelasan

Tepi Jembatan sungai Lamong Desa Gebangangkrik Kecamatan Ngimbang sepanjang kurang lebih 10 meter dengan lebar 4 meter, tak kunjung diperbaiki. Jembatan yang dibangun pada tahun 2007  menghubungkan dusun dusun ngangkrik kidul dan ngangkrik lor sekaligus sebagai jalur utama jalan desa dan kecamatan Ngimbang kondisinya kini semakin parah dan mengkhawatirkan.

Hal tersebut terjadi karena di tepi jembatan terjadi erosi dan mengalami ambrol pada tahun 2013 yang lalu. Ambrolnya pengaman di sisi jembatan  akibat diterjang banjir, hingga membuat longsor tanah dan memutus pembatas jalan di sebelah selatan jembatan. Pengguna jalanpun terutama mobil bermuatan harus ekstra hati-hati, ketika melewati jalan tersebut. Apalagi saat datang hujan, jalan licin dan sewaktu-waktu dapat longsor ataupun ambrol. Kondisi demikian dibiarkan dalam waktu lama dan tak kunjung diperbaiki. Sudah 1 tahun lebih tanpa ada kejelasan dari pemerintah.

Salah satu warga, Ali Mustika Sari mengatakan, kerusakan dipicu oleh erosi sungai. Derasnya arus sungai dibawah jembatan menggerus sisi selatan pengaman jembatan, hingga saat ini arus sungai mengarah langsung pada jalan dan jembatan. Setiap datang hujan dan banjir, pasti terjadi longsor.

“Bagian selatan pengaman jembatan saat ini dalam kondisi rusak akibat ambrol, hingga hampir memutus jalan. Jika kondisi ini dibiarkan maka kami khawatir kerusakan semakin parah. Jembatan ini sangat berarti keberadaannya, terutama bagi masyarakat Gebangakrik dan sekitarnya” ungkapnya.

Warga menyesalkan kondisi demikian dibiarkan lama dan tak kunjung diperbaiki. Dia berharap agar perbaikan jalan yang longsor maupun penanganan terhadap penahan sungai segera dilakukan. Sebab selain mengancam jembatan, saat sungai mengalami banjir juga mengancam jalan putus.

Leave a Reply