Home >> Berita Jatim >> Bumi Sampang Saat Ini Menurut Sibri

Bumi Sampang Saat Ini Menurut Sibri

Sibri, Direktur Save The Forest Foundation, yang telah melihat beberapa wilayah bumi di negeri ini menarik nafas dalam ketika ditanya soal keadaan alam Indonesia saat ini. kondisi hutan Indonesia yang semakin menyempit oleh lahan pertanian, banyak hutan yang gundul, tumpukan sampah yang semakin menggunung merupakan realita pahit negeri ini.

Menurut penuturanya, “bumi yang semakin menua ini, jika tidak dirawat dengan menjaga isinya maka bencana pasti melanda”.

Pernyataan Sibri ini bukan sembarangan, jika kita lihat dibanyak pemberitaan tentang bencana alam sebagai contoh banjir bandang faktor penyebab yang paling berpengaruh sebenarnya adalah manusianya. Mereka yang dengan sengaja menebang pepohonan di hutan yang sebenarnya memiliki fungsi untuk menahan air dari atas gunung tetapi karena pohon – pohon ini telah tiada maka air akan mengalir deras dari atas gunung sekaligus membawa berbagai material seperti pohon tumbang ataupun bebatuan akhirnya dengan aliran yang deras tersebut menghantam keras pemukiman warga yang ada dibawahnya.

Salah satu daerah yang dia soroti saat ini adalah bumi Sampang. Di sepanjang bibir pantai Desa Taddan, Kecamatan Camplong dia melihat perilaku masyarakat yang kurang ramah dengan alam. Banyak dari mereka yang tidak sadar telah membuang sampah sembarangan dan yang paling mengkhawatirkan adalah penambangan pasir di bibir pantai tersebut.

Sampah merupakan penyumbang yang paling besar untuk kerusakan kualitas linkgungan terutama sampah plastic. Menurut penelitian sampah plastic adalah sampah yang paling sulit untuk diatasi karena sampah plastic meskipun sudah dikubur hingga 40 tahun tetap akan utuh.

Pasir yang terus – menerus di tambang di sepanjang bibir pantai Desa Taddan juga akan mengakibatkan tanah di atasnya akan turun. Jika hari ini belum terasa turunya tanah tersebut suatu saat tanah yang sudah cekung bagian dalamnya ini tidak akan kuat menahan tanah di atasnya akibatnya tanah sewaktu – waktu akan anjlok.

Menurutnya, hutan di Sampang juga sudah banyak yang gundul. Kondisi seperti ini akan lebih memperparah pemanasan global yang terjadi di muka bumi. Akibat dari pemanasan global yang paling dirasakan adalah cuaca ekstrim yang tidak menentu. Panas yang terjadi bisa panas sekali seperti halnya yang terjadi pada musim kemarau tahun lalu panas pada musim lalu itu bahkan lebih panas dari pada tahun – tahun sebelumnya. Perubahan cuaca yang tidak menentu juga akan membuat pertanian terganggu. Kebanyakan petani yang masih mengandalkan cuaca tidak akan lagi bisa berbuat banyak jika cuaca menjadi tidak menentu. Alhasil banyak yang merugi karena masa tanam dan masa panen yang gagal.

Leave a Reply