Home >> Hukum Kriminal >> Rumah Gratis dari Novel Baswedan Bagi yang Berhasil Menemukanya
Novel Baswedan

Rumah Gratis dari Novel Baswedan Bagi yang Berhasil Menemukanya

Kasus yang sedang dihadapi oleh Novel Baswedan kian meruncing. Adik dari Anis Baswedan tersebut meluber kemana – mana. Bahkan atas kasus yang ditudingkan kepadanya itu, nama Presiden RI Jokowidodo dikabarkan juga ikut dikoar – koarkan setelah beliau ikut memberikan pernyataanya terkait kasus ini.

Kabar baru yang berkembang, Komjen Budi Waseso mengungkapkan bahwa harta yang dilaporkan oleh Novel tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Novel mengungkapkan bahwa dia memiliki dua rumah. Rumah novel yang pertama ada di Jakarta di kawasan Kelapa Gading sedang rumah yang kedua ada di Semarang. Rumah Novel yang ada di Semarang kini ditempati oleh orang tuanya.

Apa yang dilaporkan Novel Baswedan kepada LHKPN ini kontras dengan hasil pemantuan polisi. Dari hasil pemantuan tersebut, polisi menemukan bahwa Novel memiliki empat rumah yang dijadikan sebagai tempat tinggal.

Komjen Budi Waseso menyatakan, “kami sudah lama mengikuti Novel. Dia kerap kali berpindah – pindah karena dia memiliki empat unit rumah mewah.”

Pernyataan dari Komjen Budi Waseso dijawab dengan ringan oleh Novel Baswedan. Dengan enteng dia mengatakan, “rumah saya hanya ada satu, sebuah kediaman yang ada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sedangkan rumah saya yang di Semarang sudah saya berikan kepada orang tua saya. Jadi kalau polisi mengatakan saya memiliki empat rumah itu tidak benar.”

Novel kemudian menambah lagi, “apa yang diasumsikan oleh Kabareskrim itu tidak benar. Rumah saya tempati hanya satu sedangkan rumah yang di semarang itu sudah saya berikan utuk orang tua saya. jika nanti memang bisa dibuktikan bahwa rumah yang saya miliki lebih dari itu, maka dengan senang hati rumah tersebut akan saya berikan kepada yang berhasil menemukan.”

Kasus yang menimpa Novel ini sebenarnya adalah kasus lama yang terjadi pada tahun 2004. Saat itu Novel masih menjadi bagian dari polri. Novel mendapat tuduhan telah melakukan penganiayaan. Kasus lama yang kembali mencuat di tahun 2015 ini kini menjadi topik utama di semua pemberitaan.

Leave a Reply