Home >> Nasional >> Jaringan Semut untuk Stok Beras Bulog

Jaringan Semut untuk Stok Beras Bulog

Bulog sebagai penyangga pangan nasional harus lebih cermat untuk menyerap lebih banyak beras untuk stok beras ke depan. Salah satu usaha yang dilakukan Bulog untuk mencukupi stok beras mereka adalah dengan memanfaakan jaringan semut.

Yang dimaksud jaringan semut Bulog adalah upaya yang dilakukan Bulog untuk menyerap beras yang melibatkan beberapa mitra kerja. Tidak hanya melibatkan mitra kerja skala besar tetapi juga melibatkan mitra kerja skala kecil. Jaringan semut yang dilakukan oleh Bulog ini mampu memberikan dampak yang positif untuk ketahanan pangan khususnya beras.

Kebutuhan akan bahan pangan pokok ini sangatlah besar. misal untuk wilayah Jawa Tengah saja kebutuhan akan beras yang harus dipenuhi mencapai 350 ribut ton belum lagi untuk kebutuhan di wilayah lain yang jumlah penduduknya lebih padat dan lahan pertanianya sangat sedikit.

Dalam upaya mencukupi stok beras dengan jaringan semut, bulog membentuk tim satuan tugas (satgas) yang ada di setiap kota atau kabupaten. setiap tim terdiri dari 4 sampai 5 orangl. Tugas dari satgas ini adalah mengumpulkan beras kualitas asalan.

beras yang sudah dikumpulkan oleh satuan tugas melalui jaringan semut tersebut kemudian di olah agar bisa masuk criteria beras yang sudah diterapkan paa instruksi Presiden No. 5 Tahun 2015. Salah satu criteria yang harus dipenuhi oleh beras asalan tersebut adalah kadar air dan tingkat patahan beras. Kadar air yang diperbolehkan sesuai dengan instruksi presiden adalah 14 persen. Sedangkan untuk tingkat patahan harus dilakukan proses pengayakan terlebih dahulu.

Dalam melaksanakan tugasnya, satgas tidak bekerja sendiri. mereka bekerja dengan Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB). Unit ini sebenarnya memiliki tugas melakukan penyerapan beras kualitas premium atau kualitas terbaik dari beras. Namun ketika unit ini bekerja dengan satgas dalam jaringan semut tugasnya menjadi lebih fleksibel. Hal ini dimaksudkan agar penyerapan bulog melalui jaringan semut lebih banyak sehingga bisa mencukup stok untuk ketahanan pangan nasional terutama untuk raskin atau beras untuk warga misikin yang ada di Indonesia.

Leave a Reply