Home >> Berita Jatim >> Jatim Kembali Raih Penghargaan Transmigrasi Award 2014
Sekda Prov Jatim menerima penghargaan Transmigrasi Award 2014 dari Wakil Presiden Jusuf Kalla d

Jatim Kembali Raih Penghargaan Transmigrasi Award 2014

Pemprov Jatim kembali raih penghargaan Transmigrasi Award untuk kedua kalinya, yang sebelumnya diterima tahun 2011. Penghargaan diterima Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardiyang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di Gedung Kementerian PDT dan Transmigrasi, Jakarta Selatan, Senin(15/12).

Penghargaan itu merupakan penghargaan yang diberikan kepada para Kepala Daerah yang dinilai berdasarkan atas kinerja yang baik dalam memberikan peluang kepada masyarakat pemerintah provinsi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program transmigrasi sehingga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat termasuk perekonomian daerah.

Seusai menerima penghargaan, Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi menjelaskan, Pemprov Jatim telah menerapkan model transmigrasi terpadu mandiri yang baru pertama kalinya ada di Indonesia. Karena transmigrasi merupakan program yang sangat baik guna menekan pengangguran, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan ada korelasi pertumbuhan ekonomi antara daerah transmigrasi dan daerah asalnya.

Sukardi yang didampingi Kadisnakertransduk Jatim juga mengatakan, Pemprov Jatim sudah membuat MoU dengan Pemerintah Kalimantan Timur (saat ini menjadi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara) sejak tahun 2012 dan berakhir di tahun 2014. Selama MoU berjalan, Pemprov Jatim telah mengirim sebanyak 600 kepala keluarga untuk bertransmigrasi ke Provinsi Kalimantan Utara.

“Dengan bekerjasama dan sharing dana dari pusat untuk kawasan transmigrasinya, Pemprov Jatim selama MoU berjalan, juga mengeluarkan biaya sebesar 7,5 milyar setahun untuk pembangunan Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) dan pembuatan sarana air bersih (RAB) dilokasi lahan transmigrasi. Kedepannya, di tahun 2015 nanti, Pemprov Jatim melalui Disnakertransduk Jatim akan kembali mengirimtransmigran sebanyak 100 kepala keluarga,”tuturnya.

Tujuan pemerintah membuat program transmigrasi pada awalnya untuk mengurangi kepadatan diperkotaan besar, memberikan kesempatan bagi orang yang mau bekerja dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk mengolah sumber daya dipulau-pulau yang masih belum padat penduduknya.

Seiring berjalannya waktu, transmigrasi bukan lagi merupakan program pemerintah dalam memindahkan penduduk, melainkan upaya untuk pengembangan wilayah. Metodenya tidak lagi bersifat sentralistik dan top down dari Jakarta, melainkan berdasarkan kerjasama antar daerah pengirim transmigran dengan daerah tujuan transmigrasi. Dimana penduduk setempat semakin diberikan kesempatan besar untuk menjadi transmigran penduduk setempat, proporsinya hingga mencapai 50:50 dengan transmigrasi penduduk asal.

Selain hal tersebut, paradigma baru pemerintah pusat dalam hal program transmigrasi untuk mendukung ketahanan pangan dan penyediaan papan, mendukung kebijakan energi alternatif, mendukung pemerataan investasi ke seluruh wilayah Indonesia, mendukung ketahanan nasional pulau terluar dan wilayah perbatasan, serta untuk menyumbang bagi penyelesaian masalah pengangguran dan kemiskinan.

Hasil program transmigrasi antara lain terbentuknya 3.082 desa, 1.183 desa definitif, 382 kota kecamatan, 104 kabupaten/kota dan dua ibukota provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara. Program transmigrasi telah berhasil menempatkan sekitar 2 juta keluarga atau 10 juta jiwa yang difasilitasi langsung untuk bermukim, bekerja dan berusaha di permukiman transmigrasi serta sekitar 20 juta generasi berikutny

Leave a Reply