Home >> Berita Jatim >> Guru Seni Harus Mampu Tampil Di atas Panggung
Gus Ipul dan Bupati Pasuruan Melihat Keterampilan Guru Melukis

Guru Seni Harus Mampu Tampil Di atas Panggung

Para guru kesenian di Jatim ibarat mutiara yang terpendam, artinya mereka memiliki bakat dan potensi yang luar biasa dalam bidang seni dan budaya. Namun sayangnya, intensitas untuk menunjukkan kreativitas mereka diatas panggung masih kurang. Karena itu, ia menantang mereka menampilkan aksi terbaiknya dalam acara Pekan Seni Guru.

“Acara ini adalah panggung bagi anda semua, saya yakin banyak sekali potensi yang dimiliki para guru tapi selama ini kurang mendapat panggung. Jadi malam ini saya tantang seluruh guru kesenian di Jatim, buktikan bahwa bapak dan ibu guru bisa menampilkan aksi yang terbaik dengan didasarkan kepada tradisi dan kesenian dari daerah masing-masing” katanya.

Guna memacu semangat dan totalitas para guru, Gus Ipul menjanjikan hadiah spesial bagi pemenang lomba. “Nanti kalo penampilan anda hebat, akan saya tampilkan satu panggung bersama artis Somiah, Syahrini, atau Slank. Pokok’e tak tantang.. tunjukkan yang terbaik, saya akan beri hadiah khusus” tambahnya.

Menurut Gus Ipul, selain sebagai unjuk kreativitas para guru seni, acara Pekan Seni Guru merupakan wujud pelestarian dan pengembangan budaya Jatim. “Acara ini sangat tepat dan menarik bagi pecinta seni. Salam satunya yang menarik adalah pertunjukan reog yang dipadukan dengan musik modern. Sangat luar biasa” ujarnya.

Gus Ipul berpesan, penyelenggaraan Pekan Seni Guru akan terus dikembangkan dan dibagi dalam empat wilayah sesuai Bakorwil, yakni Bakorwil Pamekasan, Malang, Bojonegoro, dan Madiun. Tujuannya agar lebih fokus, kemudian para pemenang dari masing-masing Bakorwil akan dipertandingkan dalam puncak acara Pekan Seni Guru.

“Saya ingin penyelenggaraan tahun keempat, kelima, dan seterusnya makin meningkat dan bagus. Jadi nanti kita tidak perlu susah-susah mengundang orang dari luar untuk kesini,  tetapi mereka akan datang sendiri kesini untuk menyaksikan kegiatan-kegiatan panggung seni, seperti yang ditunjukkan para guru kesenian” tuturnya.

Gus Ipul optimis, peran seni sangat diperlukan dalam membentuk karakter generasi muda agar semakin kreatif. “Dengan agama hidup kita jadi terarah, dengan ilmu hidup kita jadi mudah, tapi dengan kesenian membuat kita jadi semakin indah. Disini kita jadi saksi bersama, kesenian Indonesia, khususnya Jatim masih layak ditonton. Saya optimis para guru ini bisa menampilkan yang terbaik” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan, acara ini sebagai wahana untuk meningkatkan tali silaturahim juga sebagai wahana untuk bertukar informasi dan mengenal keseinan dan budaya dari seluruh daerah di Jatim. “Terima kasih telah mempercayakan Pasuruan sebagai tempat penyelenggaraan acara ini” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun mengatakan, acara ini bertujuan untuk memberikan wadah dan inspirasi bagi para guru untuk menampilkan hasil karya dan kreativitas para pendidik di Jatim, khususnya dalam bidang seni dan budaya serta untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas para pendidik dalam mengembangkan proses pembelajaran seni dan budaya di Jatim.

Peserta Pekan Seni Guru ke-3 ini diikuti oleh guru kelompok sekolah yang masih aktif mengajar, baik PNS maupun Non PNS dari tingkatan SD, SMP, SMK, dan SMA dari 38 kab/kota se-Jatim. Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai hari Jumat-Sabtu (14-15 November) dengan berbagai lomba, diantaranya adalah Festival/lomba Karya Tari Tradisi, Festival/lomba Musikalisasi Puisi, dan Festival/lomba Seni Pertunjukan Musik Tradisi.

Leave a Reply