Home >> Berita Jatim >> Perguruan Tinggi dan UKM Harus Bersinergi Hadapi MEA 2015
Suasana Musprov Kadin Surabaya

Perguruan Tinggi dan UKM Harus Bersinergi Hadapi MEA 2015

Untuk meningkatkan daya saing dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, para pelaku usaha diminta bersinergi dengan perguruan tinggi.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka Musyawarah Provinsi VI Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jawa Timur, di Hotel Sheraton Surabaya, Minggu lalu.

Menurut nya, para pelaku usaha harus cepat berinisiatif, mau bekerjasama dengan pemerintah provinsi, dan perguruan tinggi untuk memperbaiki kekurangan yang ada selama ini.

MEA bukanlah ancaman, tetapi harus diangap sebagai peluang besar. Karena itu, para pelaku usaha perlu mengatasi kekurangan agar bisa memanfaatkan peluang tersebut. Berbagai kekurangan yang ada, semisal konektifitas yang rendah, daya saing suplai domestik  relatif rendah, serta kompetensi SDM yang masih kurang. Padahal, ketika MEA berlaku, tingkat persaingan, tuntutan investor jelas makin tinggi, dan konsumen pasti bersikap lebih kritis.

Pemerintah provinsi akan membantu dalam memfasilitasi terciptanya iklim yang ramah  bagi dunia usaha. Diantaranya dengan infrastruktur yang nyaman, tenaga kerja yang baik, ijin usaha yang cepat dan mudah, serta situasi dan kondisi aman di masyarakat.

“Jawa Timur merupakan daerah teraman dan ternyaman di tingkat nasional. Dengan demikian suasana untuk melakukan usaha juga sangatlah nyaman. Demikian pula dengan infrastruktur yang ada, tenaga kerja yang baik dan ijin usaha yang mudah,” ujarnya.

Saat ini, penyumbang terbesar PDRB Jatim adalah bidang jasa. Pada semester I 2014 perdagangan, hotel, dan restoran telah mampu mengungkit PDRB Jawa Timur sebesar 31,04 persen. Karena itu, kita mesti fokus untuk mengembangkan bidang jasa. Di sinilah juga dibutuhkan peran perguruan tinggi melalui perbaikan kurikulumnya.

Sementara itu, Rahmad Junaidi, salah satu pengurus pusat Kadinmengatakan,  Jawa Timur selama ini telah menjadi model hubungan yang baik antara pemerintah provinsi dan dunia usaha (Kadin). Ini karena Pemprov Jatim telah banyak memberi bimbingan, dukungan dan peluang yang besar kepada para pelaku usaha untuk berkiprah dan berusaha, sehingga pertumbuhan ekonomi Jatim meningkat dengan baik.

“Inti keberhasilan dunia usaha dalam pembangunan suatu daerah adalah adanya integrasi dan sinergitas antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Sebagaimana yang telah dijalankan oleh Pemprov dengan Kadin Jatim,”ungkapnya.

Ketua Kadin Prov. Jatim Ir. H. La Nyalla M Mataliti pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim yang telah memberikan peluang besar kepala para pelaku usaha untukberkarya ikut berkiprah dalam pembangunan yang dilakukan pemprov. Jatim.

Kegiatan Musprov VI Kadin merupakan kegiatan rutin lima tahunan, menandai masa berakhirnya kepengurusan Kadin Jatim masa bhakti 2009 – 2014.

Musprov VI  tahun 2014 Kadin Jatim mengangkat tema “Dunia Usaha Jatim Siap Melaksanakan ASEAN Economic Community (AEC) 2015”. Tema ini dipilih berkaitan dengan momen penting menyongsong pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 di akhir 2015 yang ditandai arus bebas perdagangan, investasi, jasa diantara Negara-negara ASEAN

Leave a Reply