Home >> Gaya Hidup >> Kesehatan >> Sembelit, ketika hal sederhana menjadi berbahaya
Penyakit Sembelit

Sembelit, ketika hal sederhana menjadi berbahaya

Siapa dari kita yang pernah merasakan sulit nya buang air besar? Tersiksa bukan? Ketika hal yang terlihat sepele namun sebenarnya hal itu penting. Proses pembuangan sisa-sisa penyerapan makanan yang terjadi dalam tubuh kita, berupa feses, yang secara rutin kita lakukan setiap hari atau setiap pagi. Fyi, beberapa orang menyebutnya “panggilan alam” atau “morning call”. Tetapi apabila kegiatan ‘sepele’ ini tak dapat kita lakukan, atau terganggu, bayangkan betapa menyulitkannya, bila feses yang merupakan sampah-sampah sisa tetap tersimpan dalam tubuh kita.

Peristiwa susah buang air besar (BAB) terkadang terjadi di sekitar kita, bahasa yang awam di masyarakat hal ini disebut sembelit, dan dalam bahasa kedokteran biasa disebut konstipasi. Gangguan pencernaan ini ternyata hal yang umum terjadi pada sebagian orang, dan karenanya dianggap hal yang wajar, namun gejala sembelit ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari kita. Sembelit biasanya ditunjukkan oleh jumlah pembuangan feses yang hanya 3 kali per minggu dan bahkan kesulitan dalam keluarnya feses dikarenakan feses yang keras.

Sembelit terkadang tidak mengenal usia atau keadaan. Sembelit bisa terjadi pada anak-anak, namun hanya pada usia mulai dari empat tahun, sekitar 10-20an persen anak mengalami sembelit. Kemudian ada pula sembelit yang dialami oleh orang dewasa, dan biasanya lebih umum terjadi pada wanita disbanding pada pria. Dan ada pula sembelit pada ibu hamil, yang ternyata jumlahnya cukup banyak kasusnya, sekitar 11-38 persen! dan jumlah nya pun berbeda-beda di setiap Negara, umumnya Negara barat kasus konstipasi lebih sering terjadi disbanding Negara di timur.

Kasus-kasus sembelit atau kosntipasi umumnya disebabkan hal-hal seperti pertama, kurangnya aktivitas fisik, atau kurang gerak, sehingga pencernaan melambat. Kedua, kurangnya makan dan minum, misalnya kurang minum maka feses dapat menjadi lebih keras. Ketiga, diet rendah serat sehingga menyulitkan keluarnya feses. Keempat, obat-obatan yang memicu sembelit. Dan depresi pun merupakan salah satu penyebab terjadinya sembelit. Di lain sisi sembelit memiliki gejala-gejala seperti feses keras, sulit BAB, kembung dan sakit perut, mengejan yang dirasakan 25% dari setiap proses defekasi atau pembuangan.

Gejala-gejala yang diakibatkan oleh sembelit terkadang dapat berbahaya dan menimbulkan efek lainnya yang cukup parah. Salah satu nya adalah ambeien, atau wasir, yaitu penyakit yang terjadi pada sekitar bibir anus yang mengalami pembengkakan, bahkan terkadang disertai dengan pendarahan. Ambeien salah satunya disebabkan oleh mengejan berlebihan saat buang air besar dan mengejan berlebihan mungkin saja disebabkan oleh feses yang keras saat sembelit. Ambeien juga dapat mengakibatkan BAB berdarah ataupun menetesnya darah dari anus.

Sembelit mungkin memang hal yang biasa terjadi, namun terkadang mengganggu aktivitas sehari-hari, membuat perut sakit dan bahkan menyebabkan penyakit lain datang, maka dari itu perlu pengobatan/penanganan bagi peristiwa sembelit. Salah satunya adalah dengan menggunakan obat pencahar atau laksatif. Laksatif terdiri dari berbagai kelompok sesuai dengan fungsi kerja pencaharnya, namun pada intinya adalah melancarkan feses untuk keluar dari tubuh kita. Namun karena memiliki efek samping, obat pencahar ini sebaiknya tidak digunakan berlebihan.

Sembelit, penyakit yang sederhana, sudah biasa, namun tak boleh dibiarkan saja. Penanganan sembelit dengan laksatif pun tak bisa berlebihan. Seperti yang biasa orang bilang, “mencegah lebih baik daripada mengobati”, maka mari mulai lah menjalankan gaya hidup sehat dengan makan minum teratur dan olahraga teratur. Karena tubuh kita merupakan karunia dariNya, buang air besar pun yg jadi hal menjijikan, namun sebenarnya itu adalah nikmat, yang diambil ketika sembelit terjadi, baru kita rasakan bahkan proses pembuangan pun merupakan nikmat bagi kita. Selamat menjaga kesehatan! Tetap bersyukur dengan apa yang terjadi.

Leave a Reply