Home >> Gaya Hidup >> Kesehatan >> Berkenalan dengan Konstipasi (Sembelit)
Apa itu konstipasi

Berkenalan dengan Konstipasi (Sembelit)

Berkenalan dengan Konstipasi (Sembelit)

“Deeeek, ayo cepat keluar dari kamar mandiiiii!”

“Ya buuuu……,aku sakit perut niiiih masih BAB,”

Teriakan ibu menggema di setiap sudut rumah, meneriaki si adik yang tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Sedangkan di dalam kamar mandi, adik sedang berjuang menuntaskan hajatnya untuk buang air besar. Rupanya, telah tiga hari adik tidak buang air besar.

—————————————————————————-

Sebagian besar dari kita mungkin akrab dengan scenario di atas. Yang dialami oleh tokoh “adik”, di atas merupakan gejala konstipasi, yaitu susah buang air besar karena feses yang keras. Gejala tersebut merupakan salah satu dari berbagai gejala lainnya mengenai konstipasi, seperti mengejan ketika BAB, feses yang keras, perasaan tidak tuntas saat BAB, perasaan adanya hambatan pada dubur, evakuasi feses secara manual, serta BAB kurang dari 3 kali dalam satu minggu. Kerasnya feses yang keluar dari anus pun dapat menyebabkan berdarahnya anus sehingga penderita mengalami BAB berdarah. Singkatnya, konstipasi merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami gejala defekasi yang tidak memuaskan.

Kondisi gangguan konstipasi, atau sembelit, bagi sebagian besar orang menjadi suatu kondisi yang wajar saking seringnya hal itu terjadi. Namun apabila dibiarkan, sembelit dapat menjadi penghambat bagi berlangsungnya aktivitas hidup manusia. Dari data penelitian yang telah dilakukan pada tahun 1998-2005 di RSCM Jakarta, wanita lebih banyak menderita sembelit daripada laki-laki.

Sembelit dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti aktivitas fisik yang kurang, asupan makanan dan minuman yang kurang, diet rendah serat, konsumsi obat-obatan, depresi, menderita penyakit seperti diabetes mellitus, hipotiroid, uremia, Parkinson, kehamilan pada wanita, dan sebagainya. Bahkan pada ibu hamil, kemungkinan menderita susah buang air besar cukup besar, yaitu sebesar 11-38 %.

Untuk menyelesaikan masalah buang air besar tersebut, diperlukan beberapa upaya seperti mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat, meminum lebih banyak air, mengonsumsi laksatif, mengonsumsi ambien, serta mengurangi konsumsi obat-obatan yang menyebabkan terjadinya sembelit.

Leave a Reply