Home >> Wisata >> Kuliner >> Makassar Tidak Hanya Pisang Ijo, Pisang Epe Juga Ada
Pisang Epe Makasar

Makassar Tidak Hanya Pisang Ijo, Pisang Epe Juga Ada

Jika mendengar kota Makassar, pasti yang langsung terlintas dikepala kita adalah kulinernya yang khas dan sudah terkenal seperti coto makasar, konro, dan es pisang ijo. Ketiga makanan itu sudah cukup populer di telinga orang dari luar Makasar. Bahkan sekarang rumah makan khas Makasar sudah cukup banyak bertebaran di berbagai daerah di Indonesia layaknya rumah makan padang atau warung tegal (warteg). Namun ditengah populernya makanan khas makasar itu, belum banyak orang yang tahu kalau ada makanan khas makasar lainnya yang juga berasal dari olahan pisang selain pisang ijo. Makanan itu adalah pisang epe.

Pisang epe berbeda dari pisang ijo. Pisang ijo dibungkus dengan adonan berwarna hijau dan disajikan bersama serutan es batu dan disajikan dingin. Sedangkan pisang epe hanya pisang biasa yang dijepit hingga gepeng dan kemudian dibakar sampai setengah matang, lalu disajikan hangat – hangat dan diberi tambahan toping.

Di daerah Jawa Barat, pisang epe disebut dengan pisang geprek. Berbeda penyebutan namun penyajian makanannya sama saja. Anda akan jarang sekali melihat ada menu pisang epe di tempat makan masakan khas Makasar, sehingga jika anda berkesempatan untuk berkunjung ke Makassar jangan lupa untuk mampir di pantai Losari. Di pantai ini terdapat banyak sekali pedagang kaki lima yang berjejer sepanjang pantai Losari untuk menjual pisang epe.

Di kawasan ini, anda dapat menemukan pisang epe dengan berbagai macam rasa selain rasa pisang saja. Bahan utama dari cemilan ini memang pisang, namun anda dapat memilih rasa tambahan yang didapat dari toping yang bermacam – macam. Toping yang tersedia seperti keju, durian, cokelat dan orisinal atau hanya pisang yang disiram dengan gula aren saja.

Jenis pisang yang digunakan untuk membuat hidangan pisang epe adalah pisang kepok pilihan. Pisang kepok yang sudah setengah tua ini kemudian dibakar sampai setengah matang saja. Setelah cukup lembek, pisang diangkat dari pembakaran dan dipindahkan kedalam jepitan yang terbuat dari kayu yang dilapisi oleh bahan alumunium. Jepitan kayu tersebut digunakan untuk menekan pisang sampai pipih. Setelah pipih, pisang dibakar lagi untuk kedua kalinya agar mendapatkan tekstur yang lebih empuk dan renyah.

Setelah cukup matang, pisang ditata di atas piring, kemudian disiram dengan toping yang diinginkan atau yang sudah dipesan. Rasa dari pisang epe sangatlah beragam, antara manis, asin dan gurih.

Harga dari satu porsi pisang epe dengan isi tiga pisang bakar orisinal adalah Rp 6.000. sedangkan yang ditambahi toping rasa cokelat, keju dan durian adalah sekitar Rp 8.000 sampai Rp 9.000 saja per porsinya. Penjual pisang epe di pantai Losari biasanya mulai berjualan di sore hari pukul 4 sore sampai malam hari pukul 12 malam WITA.

Sebenarnya sangatlah mudah untuk membuat pisang epe sendiri di rumah, namun jika anda membeli pisang Epe di pantai Losari maka tidak hanya kenikmatan pisang epe yang akan anda dapat namun juga pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah di pantai Losari. Kelebihan dari pisang epe Makasar adalah bahan pisang kepoknya yang benar benar tua dan siraman kuah gula arennya terbuat dari aren asli. Sama sekali tidak ada campuran pemanis sehingga rasa pisangnya manis dan renyah setelah dibakar.

Ada beberapa tempat makan pisang epe yang enak. Di pantai Losari Makasar ada pisang epe buatan Daeng Sollong. Jika anda pergi ke pantai Losari, maka carilah kedai pisang epe Daeng Sollong disana. Hidangan pisang epe juga tidak hanya dijual di Makasar saja. Jika anda berada di sekitar daerah Malang, terdapat tempat makan makanan khas Makasar disana yang juga memiliki menu pilihan pisang epe yang enak. Tempat makan itu milik Daeng Rudy.

Nah itulah liputan kami tentang kuliner khas Makassar, pisang epe. Apa anda tertarik mencoba mengunjungi pantai Losari untuk menikmati matahari terbenam dipinggir pantai sambil memakan pisang epe? Selamat mencoba !

Leave a Reply