Home >> Celoteh >> Mudik ke “Surga”

Mudik ke “Surga”

Untuk orang-orang yang lagi merantau nih ya? Pasti mudik sudah menjadi keharusan, kembali ke kampung halaman meninggalkan kota yang memberi dia kehidupan untuk bekal ke kampung halaman, bertemu kembali dengan saudara-saudara. Di kota metropolitan cuma sementara dan pasti bakal balik, perantau sudah pasti tau itu kan? Menyiapkan segala sesuatu dari jauh-jauh hari bahkan sudah membeli tiket berbulan-bulan sebelum hari keberangkatan dengan alasan takut kehabisan, karna memang banyak perantau yang lain yang juga mudik Tidak lupa juga membawa oleh-oleh untuk saudara-saudara, membawa uang yang banyak untuk diberi ke saudara-saudara di kampung atau membawa uang yang banyak dengan tujuan; iniloh aku berhasil di kota metropolitan dengan penghasilan segini.

Sadar gak sih kalian? Kita sama dengan halnya perantau-perantau yang lainnya, kita hanya sementara di bumi ini kita bakal balik ke “kampung halaman”? iya! Akhirat, kita bakal balik ke akhirat. Nah, sekarang ayo kita fikir? Sudah sejauh mana kita menyiapkan segala sesuatunya. Masa iya, persiapan mudik untuk ke kampung halaman yang di dunia di siapkan lebih matang daripada kembali akhirat? “Kullu nafsin daiqotul mauut” setiap yang memiliki jiwa akan mati (QS. Ali Imron 185) Kematian datangnya sewaktu-waktu loh, tidak harus menunggu tua baru akan meninggal, anak kecil yang baru lahir saja bisa langsung meninggal. Apalagi yang sudah tua, memang sudah sewajarnya meninggal. Hehehe. Sudah mampukah amalan kita mengantarkan kita ke surga? Apakah persiapan kita sudah matang? Sudah mampu untuk menghindari api neraka? Atau jangan-jangan malah lupa untuk “pulang”? terbutakan dengan dunia yang hanya sementara.

Apalagi untuk kita yang jarang ke masjid, jarang sholat di masjid dengan beribu alasan. Contoh; sibuk kuliah, tugas numpuk, gak ada waktu dan lain-lain. Namanya juga syaiton selalu punya banyak cara untuk bisikin kita alasan-alasan untuk tidak ke masjid. Jangan sampai sekali kita ke masjid langsung di saff yang paling depan, lebih depan dari imam dan ternyata kita jenazah yang di sholatkan. Naudzubillah- tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk sholat di masjid loh!

Leave a Reply