Home >> Berita Jatim >> Doa Santriwati Babussalam untuk Indonesia
kirab hari santri nasional

Doa Santriwati Babussalam untuk Indonesia

Beritalamongan.com – Malam tahun baru Islam 1437 H yang jatuh tepat pada Selasa (13/10/2015) dimanfaatkan oleh ribuan santri pondok pesantren babussalam di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten malang menggelar shalawat dan doa untuk kebaikan bangsa Indonesia.

Menurut penuturan KH. Thoriq bin Ziyad, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam, doa yang mereka panjatkan adalah sama seperti yang tertuang dalam resolusi santri yang telah mereka kirim ke Istana.

“kami berharap doa shalawat indonesia menjadi doa resmi Negara seperti yang telah kami tuangkan dalam resolusi santri yang telah kami kirim ke istana kepresidenan beberapa hari yang lalu,” ungkapnya.

Thoriq menambahkan, tema “merayakan 1 muharam dengan berdoa shalawat Indonesia untuk kebaikan Indonesia” dipilih sebagai tema menyambut tahun baru islam. Dia berharap, di tahun baru islam tahun depan, bangsa Indonesia berdoa di awal dan di akhir tahun dengan doa shalawat Indonesia ini. Harapanya agar bangsa Indonesia menjadi yang nomor satu di dunia.

Doa shalawat Indonesia sebenarnya sudah diluncurkan sejak dua tahun yang lalu. Pria yang akrab disapa Gus Thoriq ini yakin jika doa shalawat Indonesia ini dibaca oleh puluhan juta santri di Indonesia maka keajaiban akan terjadi di negeri ini.

“jikalau ada 40 orang yang berdoa bersama, insyaallah akan diijabahi. Dan kami juga berharap segala permasalahan di negeri ini bisa terselesaikan di tengah pergantian tahun baru islam 1437 H,” terangnya.

Nama Gus Thoriq ini sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi pemerintahan saat ini. Gus Thoriq merupakan inisiator Hari Santri Nasional. Bersama dengan resolusi santri yang telah dikirimkan ke istana, Gus Thoriq juga mengirimkan lukisan nadzar presiden terkait tanggal 1 muharam yang dijadikan sebagai Hari Santri Nasional.

Namun usulan dari Gus Thoriq ini seperti tidak sejalan dengan usulan pemerintah yang mengusulkan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 oktober 2015. Meski pun demikian, Gus Thoriq tetap berpatokan bahwa Hari Santri Nasional akan jatuh pada tanggal 1 Muharam sesuai dengan janji presiden terpilih, Joko Widodo.

Leave a Reply