Home >> Celoteh >> Suka Dukanya Menjadi Anak Kost
Suka Dukanya Menjadi Anak Kost

Suka Dukanya Menjadi Anak Kost

Hidup sebagai Anak Kost pasti kita akan mengalami banyak hal yang belum pernah dilakukan atau dirasakan sebelumnya ketika masih tinggal di rumah bersama orangtua. Mulai dari aktifitas, gaya hidup, kebersamaan, perekonomian, sangatlah berbeda. Menjadi anak kost membuat kita mengerti bagaimana cara menjadi pribadi yang mandiri, beradaptasi dengan lingkungan sekitar, dan menghadapi lika-liku hidup. Banyak yang bertanya “Gimana sih rasanya jadi anak kost?” rasanya menjadi anak kost sangatlah seru, tetapi juga banyak suka dukanya. Apa saja suka dukanya? Mari kita simak bersama.

Suka/Enaknya Menjadi Anak Kost :

  1. Aktifitas yang Berbeda (Seru-seruan bareng Anak Kost)

Anak Kost yang mayoritasnya adalah pelajar/mahasiswa ini mempunyai banyak rutinitas. Mulai bangun tidur sampai tidur lagi kita disibukkan dengan pekerjaan yang tiada habisnya. Misalnya di kost itu memiliki banyak Anak Kost, yang terjadilah adalah ngantri. Yaps, tradisi yang sangat menyebalkan apabila kita mendapat antrian yang paling terakhir. Dan alhasil, kita akan telat sampai ke sekolah atau ke tempat acara-acara lainnya. Tapi tetap saja menyenangkan, apabila kita melakukan aktifitas lain yang tidak membuat bosan menunggu antrian. Awal bulan tidak hanya di nanti-nanti oleh PNS atau karyawan saja, awal bulan juga sangat di nanti-nanti oleh anak kost. Apa yang dinanti? Haha sudah pasti Kiriman uang/barang. Betapa bahagianya anak kost ketika mendapat kiriman. Tidak bisa di ungkapkan lewat kata-kata. Biasanya, uang kiriman yang di dapat anak kost, akan dipergunakan untuk membeli kebutuhan pokok bulanan Anak Kost, sisanya buat uang sangu atau uang jajan dan juga untuk mentraktir Anak Kostnya (Jika uang bulanannya lebih). Kalau sudah akhir bulan, rata-rata Anak Kost yang tidak bisa me-manage atau mengatur uang jajannya, akan merasakan G3 (galau gundah gulana) karna kehabisan uang jajan. Tapi, mereka tidak kehabisan cara. Kadang harus meminjam uang Ibu Kost atau Anak Kost agar bisa membeli apa yang di inginkannya.

  1. Kebersamaan Anak Kost

Mempunyai Anak Kost yang banyak itu sangat menyenangkan. Ramai, seru, asyik, penuh canda tawa. Ketika kita merasa galau, bosan, sedih, sepi ada saja tingkah konyol anak kost yang bisa menghibur kita. Apapun akan mereka lakukan agar teman kostnya tidak merasa galau lagi. Anak kost selalu berbagi, berbagi jajan kiriman misalnya. Banyak diantara anak kost ketika mendapat kiriman jajan, mereka tidak lupa untuk berbagi ke anak kostnya. Anak kost juga tidak luput dari minjam-meminjam barang. Sifat sosial dan kekeluargaan Anak Kost yang membuat mereka rela meminjamkan barangnya dengan syarat barang tersebut harus dijaga. Anak Kost juga memiliki rasa solidaritas yang tinggi!

  1. Belajar Untuk Lebih Menghargai Uang dan Waktu (Belajar Mandiri)

Banyaknya kesibukkan dan pengeluaran yang harus dikerjakan dan dibayar Anak Kost, membuat mereka lebih menghargai uang dan waktu. Hal yang dilakukan percuma dan sia-sia, pasti akan sangat terasa merugikan. Ujung-ujungnya berakhir penyesalan. Anak Kost itu harus mandiri dan hemat. Dengan demikian, kita bisa lebih menghargai uang dan waktu.

  1. Saling Mengingatkan

Manusia tidak luput dari kesalahan, begitu juga dengan Anak Kost. Sesama Anak Kost, kadang saling berselisih, bertengkar, berbeda pendapat, dll. Itulah sebabnya kita sebagai Anak Kost harus saling mengingatkan, agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan lagi.

 

Dukanya Menjadi Anak Kost :

  1. Krisis Ekonomi

Nah, ini nih yang paling tidak enaknya. Sebagai anak yang jauh dari orangtua, kita hanya bisa mengandalkan uang. Kalau dulu, apa-apa kita tinggal minta di orangtua, lain halnya ketika kita menjadi Anak Kost. apalagi pada akhir bulan uang kita telah habis. Mau tidak mau kita hanya bisa meratapi nasib dikala krisis ekonomi melanda..

  1. Everything Is Ngantri (Serba Ngantri)

Semua serba ngantri. Ngantri Toilet, ngantri makan, ngantri nelpon, ngantri nonton (rebutan remote TV), dll. Siapa cepat dia dapat, siapa terakhir, dia telat.

  1. Anak Kost Jahil dan Usil

Berhati-hatilah dengan Anak Kost, terkadang untuk mengusir rasa jenuhnya, mereka menjahili temannya sendiri. Misalnya, menambahkan garam kedalam makanan temannya, menjahili kita ketika sedang tidur, dan masih banyak lagi.

  1. Kamar yang Berantakan

Yaa namanya juga Anak Kost, tidak punya pembantu. Kalau sedang capek atau Mager (Males Gerak), pakaian kotor dimana-mana, buku sekolah berceceran, sampah-sampah berserakan.

  1. Kangen Rumah

Hidup jauh dari keluarga, pastilah ada rasa kangen akan suasana rumah. Rasanya Ingin cepat-cepat pulang, dan memeluk keluarga di rumah. Tapi untuk mencapai sebuah kesuksesan, kita harus banyak bersabar. Rindu keluarga pun hanya bisa terobati via telepon.

 

Masih banyak sekali suka dukanya menjadi Anak Kost. Namanya juga Anak Kost, kita dituntut untuk menjadi anak yang mandiri. Jangan banyak mengeluh, jalani saja kehidupan sebagai Anak Kost dengan apa adanya. Harus kuat dan dibetah-betahin. Walaupun jauh dari orangtua, kita harus bisa menghargai betapa pentingnya waktu dan uang. Jangan cuma tahu minta uang saja, kita harus membuktikan dengan berada jauh dari mereka dan di tempatkan di Kost, kita bisa menjadi orang yang sukses dan membahagiakan orangtua dan keluarga. Agar mereka tidak percuma dan tidak sia-sia membiayai kita selama ini.

Leave a Reply