Home >> Lamongan >> Krisis Air Bersih di Lamongan Kian Meluas Sementara Anggaran Bantuan Makin Menipis
droping air bersih lamongan

Krisis Air Bersih di Lamongan Kian Meluas Sementara Anggaran Bantuan Makin Menipis

Beritalamongan.com – Dari dulu hingga tahun 2015 ini, Lamongan masih dihadapkan pada satu masalah klasik yaitu air. Salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki cakupan wilayah yang cukup luas ini selalu menghadapi masalah dengan air baik di musim peghujan maupun musim kemarau. Jika musim penghujan tiba, beberapa wilayah di Lamongan masih tidak bisa terhindar dari banjir. Sementara ketika musim kemaru melanda, kekeringan hingga krisis air selalu mejadi persoalan panjang yang melanda kota soto ini.

Untuk masalah krisis air bersih, Pemerintah Kabupaten Lamongan sebenarnya sudah menyediakan dana untuk penanggulan droping air bersih. Namun karena kondisi krisis air bersih di Lamongan kian meluas, dana untuk droping air bersih tersebut semakin menipis. Kondisi ini tak pelak membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan berpikir keras mengatasi keterbatasan dana yang ada tersebut.

Anggaran yang masih tersedia untuk droping air bersih di Lamongan diperkirakan hanya cukup untuk satu bulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Ksi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Jannata SMP pada Rabu (7/10).

“dananya cukup sampai awal November. Sementara ini masih Oktober. Kalau hujan masih belum turun, dana yang tersisa bisa kurang,” katanya.

Jannata mengungkapkan, dalam sehari, BPBD meluncurkan 5 armada tangki air bersih untuk menyalurkan air bersih ke warga yang terdampak krisis air bersih. Setiap harinya, kelima armada menyalurkan air bersih sebanyak 16 kali secara bergiliran. Menurut pengungkapanya, BPBD sudah mengirim 600 rate lebih bantuan air bersih kepada warga lamongan yang mengalami krisis air bersih.

Sudah sejak Juli 2015 lalu, BPBD menyalurkan air bersih ke warga yang membutuhkan. Dana yang dibutuhkan untk droping air bersih mencapai Rp 50 juta. Dana yang tersisa untuk droping air bersih sekarang tinggal Rp 40 juta.

Jannata menambahkan dalam sekali droping air bersih, BPBD membuthkan dana sebesar Rp 250 ribu untuk membeli BBM armada tangki air dan juga untuk membeli air.

“Rp 250 ribu untuk membeli BBM dan air. Dan yang paling banyak untuk membeli air,” ungkap Jannata.

Keseluruhan dana selama ini diambil dari APBD dan dari BNPB. Jika dana tersis nantinya habis, Jannata mengatakan akan mengajukan kembali ke BNPB. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Sugeng menambahkan jika dana droping air bersih kurang, maka akan diambilkan dari dana cadangan APBD.

Leave a Reply