Home >> Lamongan >> Suara Kereta Bakal Terdengar Lagi di Ngimbang
ilustrasi kereta api

Suara Kereta Bakal Terdengar Lagi di Ngimbang

Wacana yang sebelumnya menyebutkan akan menghidupkan lagi jalur kereta api Babat – Jombang sepertinya tinggal menungu waktu kapan akan direalisasikan. Pasalnya, rencana pengaktifan jalur KA Babat – Jombang telah dimatangkan oleh Dinas Perhubungan Lalu Lintas (Dishub LLAJ) Jawa Timur dan PT KAI bersama dengan Dishub Lamongan dan Jombang. Wacana ini terus mereka godok untuk memilih jalur kereta api pada nantinya.

Ada tiga opsi alternatif pengaktifan jalur kereta api Babat – Jombang. Opsi yang pertama adalah jalur sepanjang 72 km yang melintasi 6 sungai, 14 perlintasan dan 6 statsiun. Opsi pertama ini sedikit terkendala oleh lahan terbangun seluas 112 hektar. Sementara untuk lahan non terbangun seluas 3.227 hektar. Dengan lahan terbangun yang cukup luas, proses relokasi juga akan semakin sulit.

Opsi yang kedua, jalur KA Babat – Jombang akan dibangun di atas jalur sepanjang 72,44 km melintasi 8 sungai, 13 perlintasan dan 6 stasiun. Untuk opsi yang kedua ini, luas lahan terbangun sedikit lebih sempit yakni seluas 93,5 hektar. Sementara untuk lahan non terbangun seluas 2.682 hektar.

Opsi yang ketiga disebut – sebut bakal menjadi alternative yang terbaik. Sebab opsi yang ketiga menawarkan jalur sepanjang 84,87 km melintasi 6 sungai, 13 perlintasan, dengan luas lahan terbangun 99 hektar dan lahan non terbangun seluas 3.140 hektar. Banyaknya lahan kosong, menghindari hutan lindung dan konservasi erta didukung dengan kondisi tanah dengan kekerasan yang cukup tinggi membuat opsi ketiga ini dianggap paling potensial untuk membangun rel kereta di atasnya.

Jika rencana ini terealisasi, maka statisun – stasiun yang selama ini mati suri termasuk stasiun kereta api  Ngimbang bakal kembali hidup dan dipenuhi oleh banyak penumpang. Masyarakat Ngimbang yang telah lama tidak mendengar sirine atau suara kerata bakal terobati kerinduanya.

Pembangunan jalur kereta api Babat – Jombang juga diharapkan mampu membantu pemerataan ekonomi masyarakat lamongan terutama lamongan selatan.

Ngimbang yang menjadi kecamatan paling selatan di Kabupaten Lamongan sekaligus berbatasan langsung dengan kabupaten jombang akan sangat terbantu baik untuk angkutan orang maupun angkutan barang. Hadirnya kereta api di Ngimbang bakal membantu menghubungkan masyarakat ngimbang yang ingin melakukan perjalanan ke jombang atau daerah lain di luar jombang. Harga tiket kereta yang juga lebih murah bila dibandingkan dengan moda transportasi lainya juga akan membantu masyarakat memangkas biaya transportasi yang juga ikut naik seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak.

Selain itu, jika jalur kereta api Babat – Jombang kembali dihidupkan , masyarakat Ngimbang dan sekitarnya juga akan terbantu secara ekonomi karena mereka bisa membuka lapak, warung di sekitar stasiun nantinya. Hal ini akan membuka kesempatan bisnis baru bagi warga Ngimbang dan sekitarnya.

Leave a Reply