Home >> Lamongan >> Jalur Kereta Api Babat – Jombang akan Diaktifkan Kembali
jalur kereta api yang mati suri

Jalur Kereta Api Babat – Jombang akan Diaktifkan Kembali

beritalamongan.com – Kalau anda pernah jalan – jalan ke beberapa kecamatan di lamongan seperti kecamatan Ngimbang, Modo, Bluluk dan Kedungpring jangan heran jika melihat ada beberapa stasiun tua terbengkalai di sana. di beberapa kecamatan tersebut dahulunya memang pernah dilewati jalur kereta api Babat – Jombang. Sudah beberapa tahun silam, jalur kereta api ini sudah tidak diaktifkan. Jadi banyak stasiun yang sudah tidak lagi dipenuhi antrian calon penumpang. Begitu pun dengan jalur rel kereta yang kini sudah banyak yang tertimbun tanah dan juga bangunan rumah.

Wacana menghidupkan kembali jalur KA Babat – Jombang diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Bambang Hajar. Dihidupkanya jalur kereta ini diharapkan nantinya mampu membantu pemerataan ekonom bagi masyarakat lamongan selatan.

“jalur kereta nantinya akan melewati wilayah – wilayah strategis sehingga bisa memberikan efek ekonomi berantai bagi masyarakat lamongan, khususnya lamongan selatan,” ungkapnya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, ada tiga alternatif pengaktifan jalur KA Babat – Jombang. Yang pertama, jalur milik PT KAI sepanjang 72 Km yang melintasi 6 sungai, 14 perlintasan dan 6 stasiun dengan lahan terbangun seluas 112 ha dan lahan non terbangun seluas 3.227 ha.

Alternativ pengaktifan jalur KA Babat – Jombang yang kedua jalur sepanjang 72,44 km melintasi 8 sungai, 13 perlintasan dan 6 stasiun dengan lahan terbangun seluas 93,5 ha dan lahan non terbangun seluas 2.682 ha.

Alternaif ketiga, jalur sepanjang 84,87 km melintasi 6 sungai, 13 perlintasan, 7 sungai dengan 99 ha lahan terbangun dan 3.140 ha lahan non terbangun.

Dari ketiga alternatif pengaktifan jalur KA Babat – Jombang tersebut, alternatif ketiga menjadi pilihan dengan pertimbangan jalur banyak melewati lahan kosong, menghindari hutan lindung dan konservasi serta didukung dengan kondisi tanah dengan kekerasan batuan yang bagus untuk membangun rel kereta api di atasnya. Selain itu yang lebih utama adalah opsi ketiga juga menawarkan jalur yang minim melewati kawasan pemukiman penduduk sehingga nanti akan memudahkan proses relokasi.

Pihak Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jatim bersama PT KAI, Dishub Lamongan dan Jombang masih terus mematangkan ketiga opsi pengaktifan jalur KA Babat – Jombang. Sugeng menambahkan, di wilayah Lamongan ada empat stasiun yang telah lama mati suri bersama dengan matinya jalur KA Babat – Jombang yaitu stasiun Ngimang, Bluluk, Modo dan Kedungpring. Sementara untuk di wilayah Jombang ada dua stasiun yakni stasiun Kabuh dan Ploso.

Jalur kereta api Babat – Jombang rencananya nantinya tidak hanya digunakan untuk angkutan orang tetapi juga digunakan untuk angkutan barang. Jadi dengan diaktifanya kembali jalur KA Babat – Jombang diharapkan juga mampu mendukung industry yang terdapat di kedua wilayah baik di Lamongan maupun di Jombang.

Leave a Reply