Home >> Wisata >> Hutan Mangrove di Teluk Balikpapan

Hutan Mangrove di Teluk Balikpapan

Teluk adalah perairan yang menjorok ke daratan, kebalikan dari tanjung biasanya teluk dan tanjung dapat di temukan dalam satu garis pantai. Karena letaknya strartegis, teluk banyak di manfaatkan sebagai pelabuhan. Sama halnya dengan Teluk Balikpapan, digunakan sebagai pelabuhan. Pelabuhan Semayang adalah pelabuhan penumpang dan kargo terbesar di Balikpapan dan merupakan gerbang perdagangan di Balikpapan. Tidak hanya pelabuhan Semayang saja, ada pula Pelabuhan Kampung Baru yang mengangkut penumpang kapal feri menuju Sulawesi, Pelabuhan Kariangau adalah pelabuhan yang mengangkut penumpang menuju Penajam yang merupakan daerah yang bersebrangan dengan Balikpapan dan Pelabuhan Penajam yang mengangkut penumpang kembali ke Balikpapan. Tidak hanya pelabuhan umum saja yang terdapat di Teluk Balikpapan, namun ada juga pelabuhan swasta milik perusahaan-perusahaan yang beroperasi diBalikpapan contoh: Pelabuhan milik Pertamina di bagian timur, Chevron di bagian barat POSB ( Petrosea Offshore Supply Base ) di kawasan Kariangau, dan beberapa perusahaan tambang batu baru memiliki pelabuhan pribadi pada bagian barat dan utara.

Tidak hanya itu, Teluk Balikpapan juga merupakan habitat dari mangrove sebagai penangkal abrasi, menjaga agar daerah garis pantai tetap stabil. Hutan mangrove di Teluk Balikpapan juga cukup luas namun akhir-akhir ini hutan mangrove yang berada di Teluk Balikpapan mulai menghilang akibat banyaknya kegiatan-kegiatan yang menyebabkan hutan mangrove hilang, salah satunya pembukaan lahan industri. Padahal didalam hutan mangrove tersebut banyak habitat hewan-hewan yang sudah mulai langka contohnya: Bekantan.

Hewan endemik pulau Kalimantan ini setatusnya sudah mulai terancam, jelas karena faktor habitat yang sudah mulai hilang. Hutan Mangrove di Teluk Balikpapan juga menjadi objek wisata, contohnya: Hutan Mangrove Margomulyo letaknya tidak jauh dari perkotaan namun harus masuk ke perkampungan warga baru bisa sampai ke tempat wisata ini. Di hutan mangrove ini sudah tersedia jembatan yang terbuat dari kayu ulin yang mengelilingi Hutan Mangrove, tersedia juga gazebo untuk bersantai menikmati pemandangan. Tidak jarang muncul hewan Bekantan jika sore hari. Ini berdeda jauh dengan Hutan Mangrove yang berada di daerah Kariangau, Kampung baru hingga Somber yang mulai rusak.

Leave a Reply