Home >> Celoteh >> Indonesia-ku

Indonesia-ku

Negara berkembang yang berada di Asia Tenggara dilewati garis khatulistiwa yang membuat Indonesia beriklim tropis, memiliki 13.466 pulau dan penduduk terbesar keempat di dunia yaitu, sekitar 237 juta jiwa yang mayoritas adalah seorang Muslim. Namun 27,7 jiwa adalah Keluarga Miskin keadaan seperti ini jelas dipengaruhi dengan biaya hidup di Indonesia, harga bahan pokok yang tidak stabil adalah faktor terkuat naik turunnya presntase Keluarga Miskin diIndonesia. Walaupun Indonesia negara Agraris yang sebagian besar warganya bekerja sebagai Petani dan walaupun Indonesia negara Maritim yang memiliki banyak kekayaan hasil laut. Itu masih kurang untuk mensejahterakan Penduduknya. Entah ini karen pemerintah kurang memeperhatikan penduduknya atau malah penduduknya yang sulit di arahkan.

Karena Indonesia adalah negara kepulauan dan berbatasan dengan negara-negara tetangga dan tidak sedikit juga pulau pulau kecil berpenghuni yang jauh dari perkotaan yang serba maju, teknologi mudah didapat bahkan hanya “sekali tekan” apa yang kita inginkan bisa terwujud. Ini jelas berbeda dengan daerah perbatasan dan pulau kecil yang penduduknya kebanyakan gaptek ( gagap teknologi ) akses jalan ke daerah tersebut pun sulit. Tidak ada jalan tol, jalan beraspal, hanya ada akses jalan yang di buat oleh warga setempat dengan bahan bahan yang ada seperti kayu hasil menebang pohon, karung yang diisi pasir dan lain-lain. Bahkan tidak jarang akses jalan tersebut lebih mirip kubangan kerbau yang penuh dengan lumpur.

Indonesia sudah merdeka sekitar 70 tahun yang lalu, namun warganya masih seperti ini. Bahkan didaerah perbatasan, warganya lebih memilih membeli bahan pangan dari negara tetangga karena akses untuk ke negara sendiri sulit dari pada negara tetangga. Contohnya di Entikong, Entikong adalah kecamatan paling pinggir yang terletak di kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Daerah ini berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya di Serawak. Bahkan masyarakat disana memiliki semboyan “Garuda didadaku, Malaysia diperutku” ini jelas sangat membuat Indonesia malu, karena daerah perbatasan adalah gerbang sebuah bangsa. Tidak salah jika negara tetangga menganggap remeh negara Indonesia.

Leave a Reply