Home >> Celoteh >> Boso Walikan (Osob Kiwalan) Arek Malang
Boso Walikan (Osob Kiwalan) Arek Malang

Boso Walikan (Osob Kiwalan) Arek Malang

Malang adalah kota yang terletak di dataran tinggi dengan suhu yang sangat dingin dan menjadi kota terbesar kedua di Jawa Timur. Kota yang terletak tidak jauh dari Ibu Kota Jawa Timur ini memang memiliki banyak ciri khas, mulai dari tempat wisatanya, kulinernya, jajanannya, sampai dari bahasanya pun memiliki ciri khas tersendiri yang sedikit aneh ketika didengar.

Boso Walikan atau osob kiwalan adalah bahasa yang menjadi ciri khas anak – anak Malang. Bahasa ini menjadi bahasa sehari – hari bahkan menjadi bahasa gaul dan bahasa tren kera – kera Malang. Bahasa ini menjadi bahasa kebanggaan bagi orang Malang, orang yang pernah tinggal di Malang, atau bahkan menjadi bahasa kebanggaan tersendiri bagi orang yang pernah mampir ke Malang.

Boso walikan atau osob kiwalan terbukti telah menyebar ke daerah – daerah lain bahkan sampai ke luar negeri. Ketika orang – orang dari daerah lain bertemu dengan anak Malang pasti mereka langsung mengajak bicara dengan bahasa terbalik, meskipun terkadang mereka suka salah ketika mengucapkan boso walikan itu. Namun hal ini bisa menjadi bukti kalau memang boso walikan khas kera – kera Ngalam ini telah tersebar ke berbagai daerah, bahkan telah menjadi bahasa gaul bagi mereka yang mengerti bahasa walikan ini.

Osob kiwalan bukan sekedar kata – kata yang dibalik begitu saja tanpa memperhatikan hal lain. Namun osob kiwalan ini adalah kata – kata yang sedikit dirubah dengan cara dibalik tapi tetap enak ketika di ucapkan dan didengar, karena tidak semua kata bisa di balik. Bahkan karena uniknya bahasa ini sampai – sampai muncul kamus tentang boso walikan, kamus itu diberi nama “Kamus Licek Osob Kiwalan”. Kamus ini memang sengaja dibuat oleh arek – arek ngalam tanggal 29 Maret 2011 yang tujuannya mempermudah orang untuk mengucapkan kata – kata yang dibalik. Kamus ini tidak hanya berisi kata – kata yang dibalik saja tapi di kamus ini juga terdapat kata – kata yang memang sudah menjadi bahasa khusus anak Malang. Contoh dari boso walikan khas Malang yaitu Malang menjadi Ngalam, arek menjadi kera, kawan menjadi nawak, makan menjadi nakam, dan masih banyak lagi boso walikan yang lain. Sedangkan contoh untuk bahasa yang sudah menjadi ciri khas anak Malang yaitu bapak menjadi ebes, ibu menjadi emes, kakak menjadi cacak, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain terkenal dengan boso walikannya, Malang juga terkenal dengan ucapan kata “a” disetiap akhir kalimat tanya. Contohnya saja ketika menanyakan sesuatu pada teman “awakmu wes nakam a?” atau ketika berusaha meyakinkan sesuatu kepada teman “iyo a”, dan masih banyak lagi contoh yang lain. Bahkan sebab kata “a” itu anak Malang sering menjadi bahan guyonan dan bahan ejekan bagi orang yang berasal dari daerah lain, namun anak – anak Malang tetap menggunakan bahasa itu karena memang itulah yang menjadi ciri khas anak Malang dan karena itulah bahasa anak Malang berbeda dengan bahasa jawa lainnya.

Nah, itu sedikit tentang bahasa balikan atau boso walikan anak Malang. Jangan lupa share dan baca artikel lainnya ya 😀

Leave a Reply