Home >> Celoteh >> Sejarah Singkat Dan Bahasanya Orang solo

Sejarah Singkat Dan Bahasanya Orang solo

Bahasa adalah salah satu cara kita berkomunikasi dengan orang-orang, salah satunya adalah bahasa orang solo. Solo adalah salah satu nama kota yang berasal dari jawa tengah . kota solo dulunya adalah kota Surakarta yang di ubah karena bersamaan adanya pihak’’priyayi agung’’ yang mengusulkan kota Surakarta diubah nama menjadi kota solo tujuannya supaya nama itu lebih mudah dikenal di Mancanegara daripada kota Surakarta.
  sejarahnya Kota solo sering disebut juga dengan kota sala, disebut ‘’ sala’’ dikarenakan dahulunya daerah ini ditanami banyak pohon sala (sejenis pohon pinus ) seperti yang ditulis dalam ‘’Serat Babat Sengkala’’ yang disimpan di ‘’ Sana Budaya Yogyakarta’’ kata sala berasal dari bahasa jawa asli. Nama tersebut diberikan berdasarkan upacara ‘’ Babon Yasan’’ yaitu semacam upacara pertemuan pejabat kerajaan , di rumah Sinuhun Sultan HB I, pada hari Senin tanggal 30 Rabiul Awal, tahun 1731. Dan pada akhirnya karna lafal jawa orang orang menyebutnya sebagai kota solo.aslinya bernama sala ( dengan lafal a) tapi seiring perkembangan akrab disebut dengan solo( dengan lafal o), hal ini terjadi karena lebih mudah dilafalkan, di ingat dan memiliki makna khas disbanding dengan nama aslinya.
Gaya berbicara orang solo identik lebih pelan dan halus dikarenakan karena adat yang ditinggalkan pada zaman dahulu masih melekat sampai sekarang.. Tingkah laku yang lebih mengutamakan kesopanan dan keramah tamahan yang berbaur dengan masyarakat kota solo masih terjaga. Bahasa Aslinya Orang solo Bahasa jawa. Sebagian contoh bahasa jawa yang ada di Solo adalah:
1.Bahasa krama inggil( boso kromo Inggil)adalah bahasa yang digunakan oleh orang yang lebih muda ke orang yang lebih tua, seperti anak kepada orang tuanya atau orang yang lebih terhormat/ berpangkat darinya, murid kepada gurunya
– Contoh anak kepada bapaknya :
– A :’’bapak kulo badhe nyuwun ijin dolan teng griyane rencang kulo?
– (bapak saya mau minta izin main ke rumah teman saya )
– B :” iyo le, omahe kancamu ngendi?” ( iya nak, rumah temanmu dimana?)
– A :” griyane celak kaleh tawangmangu pak”( rumahnya dekat dengan tawangmangu pak)
– B : “ sing ngati-ati yo numpak pit’e!” ( hati-hatiya naik sepeda motornya)
– A : “ Nggih pak .”( iya pak )
2.Bahasa jawa Kasar atau sering disebut dengan bahasa ngoko, adalah bahasa jawa yang digunakan orang yang lebih tua ke orang yang lebih muda, sesama teman dan orang yang sederajat :
– Contoh teman berbicara kepada teman :
– A : ‘’ Piye kabarmu?’’ ( bagaimana kabarmu)
– B :”kabarku apik, lha kowe piye?’’ ( kabarku baik, kamu gimana)
– A : “ kabarku ya apik, wah.. wis suwe kene ora ketemu yo?.” (kabarku juga baik,wah.. sudah lama kita tidak bertemu ya )
– B : “ iyo, saiki kowe sekolah ning ngendi?”( iya, sekarang kamu sekolah dimana?)
– A :” saiki aku sekolah ning jombang”( sekarang aku sekolah di jombang )
Nama Surakarta dan solo akan selalu melekat dengan keberadaanya, disamping itu mencerminkan antara pemimpin dan rakyatnya, pemimpin yang berjiwa merakyat dan rakyatnya yang patuh pada pemimpinnnya. Keanekaragaman bahasa di Indonesia ini harus selalu kita jaga dan lestarikan karena begitu banyaknya kebudayaan dan gaya bahasa yang ada di Indonesia ini contohnya seperti bahasanya orang solo yang halus dan pelan.

Leave a Reply