Home >> Lamongan >> Sapi Kurban di Sugio Ngamuk dan Terjebur ke Sumur Sedalam 7 Meter
sapi kurban terjebur ke sumur

Sapi Kurban di Sugio Ngamuk dan Terjebur ke Sumur Sedalam 7 Meter

Tanggal 23 Septermber 2015 kemarin, beberapa ormas Islam di indonesia sudah melaksanakan hari raya Idul Adha. Sudah menjadi tuntunan dan kewajiban umat muslim, di setiap hari raya idul adha umat muslim biasa menyembelih hewan kurban. Hewan kurban ini biasanya merupakan hewan ternak yang sudah memenuhi syarat untuk dikurbankan. Salah satu hewan ternak yang dijadikan hewan kuran adalah sapi. Begitu pun juga yang dilakukan oleh kaum muslim di sugio. Tepatnya di desa Balung Gesing, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, mereka memilih sapi sebagai hewan kurban.

Umat islam di Sugio, Lamongan melaksanakan hari raya idul adha satu hari lebih cepat dari pada yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada perayaan hari raya idul adha kemarin, terjadi sebuah insiden dimana sapi yang akan dijadikan hewan kurban mengamuk saat akan disembelih.

Sapi kurban di Sugio tersebut berhasil melarikan diri. Sapi kurban yang berbobot setengah kuintal itu terus berlari hingga akhirnya langkahnya terhenti usai terjebur ke dalam sumur sedalam tujuh meter.

Menurut penuturan Suparwoto, warga setempat, kejadian bermula saat sapi yang akan disembelih itu meronta tiap kali mendengar suara – suara berisik di sekitar sepeti ketika ada kendaraan lewat. Di duga, sapi kurban warga Sugio itu mengalami stress. Keadaan sapi yang semakin memburuk, membuat warga semakin kesulitan untuk menahan sapi tersebut.

Warga yang sudah kewalahan akhirnya tidak dapat lagi menahan sapi kurban yang terus meronta tersebut. Sapi kemudian berhasil lepas dari ikatanya dan mengamuk. Warga berusaha menghentikan amukan sapi. Namun sapi yang sudah diluar kendali tidak dapat dihentikan. Sapi baru berhenti ketika sapi besar dengan berat setengah kuintal itu terjebur ke sumur sedalam tujuh meter.

Mengetahui sapi kurban terjebur ke sumur, warga berusaha keras mengeluarkan sapi. Sayang, usaha warga untuk mengevakuasi sapi dari dalam sumur tidak berhasil. Dua jam sudah usaha warga tidak membuahkan hasil. Pilihan terakhir, warga pun masuk ke dalam sumur dan menyembelih sapi tersebut di dalam sumur. Hal itu terpaksa dilakukan agar sapi tersebut bisa dikurbankan sebelum tewas duluan. Sebab, jika sapi tersebut tewas terlebih dahulu maka sapi kurban yang terjebur ke dalam sumur itu sudah tidak bisa lagi dijadikan hewan kurban. Hewan yang sudah mati sebelum disembelih dengan cara yang telah ditentukan maka jika dimakan maka hukumnya haram.

Leave a Reply