Home >> Lamongan >> Petani Kangkung Lamongan Panen Untung
Petani Kangkung Lamongan Panen Untung

Petani Kangkung Lamongan Panen Untung

Minimnya curah hujan di kabupaten Lamongan membuat sebagian besar petani kesulitan untuk mengairi sawah mereka. Namun di tengah kondisi kekeringan seperti ini, tidak semua petani merasa dirgugikan. Begitulah yang dirasakan petani kangkung di desa Dukuh Agung, Kecamatan Tikung. minimnya curah hujan membuat hasil panen kangkung menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kebetulan, harga kangkung saat ini juga sedang tinggi sehingga petani kangkung di lamongan bisa meraup untung lebih tinggi.

Suwaji merupakan salah satu petani kangkung asal Desa Dukuh Agung. Menurut pengakuanya, hasil panen kangkungnya musim kemaru tahun ini meningkat dua kali lipat dari tahun kemarin. Jika pada tahun 2014 lalu, di lahan yag sama dia bisa memanen kangkung sebanyak 4,5 kuintal. Sementara pada tahun ini, hasil panen kangkungya menjadi 8,2 kuintal. Kangkung yang dipanen bukan berupa batang atau daunya melainkan bijinya.

Suwaji mengatakan factor yang membuat hasil panen kangkunya melimpah tahun ini adalah karena intensitas hujan yang telah lama tidak turun sehingga membuat buah kangkung yang dihasilkan lebih banyak. Berbeda jika hujan terus terusan turun yang hanya akan membuat kangkung tumbuh gemuk namun buah yang dihasilkan kurang.

“kalau sering turun hujan, tanaman kangkung akan mengalami kegemukan dan buahnya tdak begitu banyak,” kata Suwaji.

Harga jual biji kangkung di lamongan saat ini juga cukup tinggi. Di tingkat tengkulak, harga perkilogramnya mencapai Rp 13.000. harga ini dua kali lipat lebih tinggi dari pada harga kangkung pada tahun lalu yang berada dikisaran Rp 6.000 sampai Rp 7.000 per kilogram.

Bukan hanya biji kangkungnya saja yang laku di jual tetapi juga serbuk sisa penggilingan kangkung. Warga sekitar biasa menyebutnya gadul. Harga gadul di lamongan saat ini sekitar Rp 2.500 per kilo.

“harga kangkung di lamongan saat ini cukup tinggi. Selain kangkung, gadulnya juga laku,” ujar Suwaji.

Meski harga kangkung cukup besaing, namun tidak semua petani di desanya memilih untuk menanam kangkung. Kebanyakan petani yang lain menanam tanaman palawija seperti kedelai dan kacang hijau. Meskipun demikian, Suwaji tetap memilih menanam kangkung karena kemarau panjang yang sangat baik untuk tanaman kangkung.

Leave a Reply