Home >> Umum >> Cara Mengatakan Jangan Kepada Anak
Cara Mengatakan Jangan Kepada Anak

Cara Mengatakan Jangan Kepada Anak

Mengatakan kalimat larangan biasanya menggunakan kata ‘jangan’. Kata ini cukup efektif untuk memberikan larangan untuk tidak melakukan sesuatu yang memang sudah menjadi larangan. Mengatakan ‘jangan’ kepada anak meskipun sepele namun ternyata membawa dampak yang kurang baik bagi perkembangan anak.

Kata larangan ini biasanya selalu lekat pada ibu – ibu ketika melihat anak mereka melakukan berbagai hal yang kurang baik atau melakukan hal yang memang bisa membahayakan seperti ketika memanjat pohon yang tinggi, main mainan yang berbahaya dan lain sebagainya.

Mengatakan jangan kepada anak bisa membuat mereka menjadi bandel apabila mereka berani membantahnya. Seperti ketika saat anda mengatakan ‘jangan memanjat terlalu tinggi’. Jika anak berani membantahnya mereka selanjutnya akan berani membantah larangan yang anda berikan. Sebab, mereka sebenarnya tidak tahu maksud sesungguhnya anda melarang mereka. Meski pun sebenarnya maksud anda mengingatkan mereka itu baik.

Lalu, bagaimana mengatakan kalimat larangan kepada anak?

Untuk memberikan pemahaman kepada anak, sebaiknya disampaikan dengan frasa singkat, jelas dan rngkas. Sebab, kemampuan anak untuk menangkap dan mendefinisikanya masih harus dituntun.

Berikut beberapa contoh cara mengatakan jangan kepada anak :

Melarang anak makan makanan yang tidak sehat

Anak – anak biasanya sangat menyukai makan makanan yang manis seperti kue dan permen. Mereka juga sangat menyukai makanan cepat saji dan juga es krim. Makanan tersebut bila dikonsumsi terus – terusan tentu akan sangat tidak baik bagi kesehatan mereka.

Untuk memberikan larangan untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut kepada anak sebaiknya tidak menggunakan kata jangan. Ibu bisa menggantinya dengan frasa atau kalimat lain yang mengandung arti yang sama.

Misalkan, “ibu tahu kamu suka makan permen, tapi makan permen terlalu banyak bisa membuat gigi kamu sakit.”

Secara tidak langsung, maksud sebenarnya yang ingin disampaikan dari kalimat tersebut adalah larangan bagi mereka untuk tidak makan makanan manis terlalu banyak. Konsekuensi dari makan makanan yang manis seperti permen bisa membuat gigi sakit.

Melarang anak bermain dengan makananya

Namanya anak – anak pastinya inginya bermain – main terus. Mereka menyukai hal – hal yang menyenangkan. Bahkan ketika ibu menyodorkan makanan pada mereka. Anak – anak biasanya sering kali bermain dengan makananya. Melihat hal demikian, ibu biasanya akan menjadi jengkel sendiri dibuatnya. Tapi ingat ya ibu, jangan sampai mengatakan jangan kepada mereka.

Jika ibu ingin melarang anak bermain dengan makananya, ibu bisa mengatakan “makanan bukan untuk dimainkan tetapi untuk dimakan”. Setelah itu, ibu kemudian menjelaskan kenapa makanan tidak boleh dibuang – buang. Untuk memancing mereka supaya tertarik dengan makananya, ibu bisa menghias makanan tersebut atau menyuapi sambil menceritakan kisah – kisah yang menarik.

Melarang anak membanting mainan

Meski sangat menyukai mainanya, tak jarang anak – anak juga membanting – banting mainan mereka. Sering kali ibu juga dibuat jengkel oleh tindakan tersebut. Jika ingin melarang anak untuk tidak membanting mainanya, ibu bisa mengatakan “mainan bukan untuk dibanting, begini cara memainkanya.”

Anak – anak terkadang susah untuk diberitahu. Untuk memberikan larangan yang paling efektif tentu adalah dengan memberikan contoh. Dengan demikian, anak secara tidak langsung juga akan menirukan apa yang ibu contohkan.

Melarang anak rewel

Anak rewel dan sudah tidak bisa dikendalikan lagi bisa menjadi masalah yang sangat sulit untuk diatasi. Hal ini karena ibu sebenarnya tidak tahu maksud dari anak tersebut. Oleh karena itu, jika anak anda rewel katakana “ibu tidak mengeerti kalau kamu merengek seperti ini”. Dengan langkah ini ibu mendorong anak untuk berbicara dengan suara normal. Langkah ini tentunya hanya bisa untuk anak yang sudah bisa diajak berbicara. Sementara untuk anak yang masih sulit berbicara, bisa diatasi dengan mengalihkan mereka dengan hal lain misalkan objek baru seperti hewan atau suara – suara yang mungkin belum pernah mereka dengar.

Leave a Reply