Home >> Wisata >> Raja Ampat Diving dengan Keindahan Biota yang Memukau
Raja Ampat

Raja Ampat Diving dengan Keindahan Biota yang Memukau

Raja ampat diving merupakan pusat utama lokasi penyelaman yang ada di dunia. Lokasi ini dipercaya mempunyai keanekaragaman hayati dan biota laut yang sangat memukau dan mampu membius para wasatawan yang tengahmenyelam. Raja ampat memiliki lebih daru 1500 pulau yang tersebar pada lahan seluar 15.000 km2. Total luas kawasan raja ampat sekitar 40.000 km2. Dari total keseluruahan luas tersebut dapat disimpulkan bahwasanya kawasan ini lebih banyak perairannya daripada daratannya. Waktu sebulan pun tak kan cukup jika digunakan untuk menyelami dunia bawah laut di kawasan ini.

Raja ampat diving terbagi atas tiga wilayah. Wilayah penyelaman pertama ada di daerah selat Dampier yang memisahkan pulau Gam dan pulau Waigeo dari Batanta. Wilayah penyelaman kedua terdapat di daerah Waigeo. Wilayah penyelaman ketiga ada di daerah kanan dan kiri pulau Misool Selatan. Ketiga wilayah penyelaman ini mempunyai kesamaan pada hal arus air lautnya, yakni arusnya kencang. Artinya, arusnya cukup kuat.

Raja Ampat Diving dan Aneka Hayati di Dalamnya

Raja ampat diving dipercaya sebagai sebuah tempat penyelaman yang memiliki keanekaragaman hayati di dalamnya. Lebih dari 550 terumbu karang, 1427 spesies ikan, dan 700 jenis moluska dapat ditemukan di kawasan raja ampat diving Papua. Hal ini akan membantu para penyelam yang ingin melihat keindahan bawah laut. Ketika melakukan penyelaman, kita akan dapat melihat dan mengamati berbagai macam kehidupan di dalam laut.

Area raja ampat diving juga dikenal sebagai situs paling penting biota laut berupa penyu belimbing pasifik. Hal ini karena penyu jenis ini selalu bersarang di wilayah raja ampat diving indah. Pada bulan April dan September di tiap tahunnya, ratusan bahkan ribuan penyu belimbing akan bersarang di pantai Papua Barat bagian utara. Tempat ini merupakan tempat terbesar yang digunakan penyu-penyu tersebut untuk bertelur.

Raja Ampat Diving dan Segala Peninggalnnya

Kawasan raja ampat diving mempunyai hal lain selain adanya pemandangan bawah laut yang sangat mengagumkan. Hal lain tersebut adalah peninggalan sejarah dan pra-sejarah. Kedua peninggalan ini tak kalah menarik dibandingkan dengan pesona bawah lautnya. Sebuah peninggalan pra-sejarah telah ditemukan di Pulau Misool. Peninggalan tersebut berupa cap tangan yang tertempel pada dinding batu karang. Usia cap tangan ini diperkirakan berumur 50 ribu tahun.

Selain itu, di kawasan raja ampat diving, kita juga dapat menjumpai dan mengunjungi sisa pesawat yang pernah karam di perairan ini. Karamnya pesawat ini terjadi pada saat perang dunia II. Pesawat bekas peninggalan perang dunia II ini terletak di beberapa titik penyelaman di kawasan raja ampat.

Raja Ampat Diving Bukanlah Jenis Wisata Masal

Mahalnya ongkos yang harus dikeluarkan para wisatawan yang ingin berwisata di raja ampat diving bukanlah alasan yang menjadikan mereka tak jadi berwisata. Hal ini karena keindahan yang ditawarkan mampu menghipnotis para wisatawan untuk merogoh saku dengan kisaran harga jutaan rupiah.

Yudi Lesmono, sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kawasan Raja Ampat Diving, menjelaskan bahwa sebagai upaya untuk mempertahannya ekosistem di wilayah perairan, raja ampat tidak dapat dijadikan sebagai tempat wisata masal. Para wisatawan yang akan menyelam pun juga harus satu-satu, tidak mungkin menyelam secara bersamaan. Hal ini karena suhu tubuh manusia dapat merusak terumbu karang. Bahkan, kegiatan mengambil foto keadaan bawah laut juga sangat dilarang. Alasannya, sinar lampu yang dihasilkan sebuah kamera dapat merusak terumbu karang.

Leave a Reply