Home >> Berita Jatim >> Pria Ini Dihajar Masa Usai Onani di depan Siswa SD
Pria Ini Dihajar Masa Usai Onani di depan Siswa SD

Pria Ini Dihajar Masa Usai Onani di depan Siswa SD

Beritalamongan.com – Entah apa yang ada di benak Hendri Noviandono, pria 32 tahun warga Dusun Nggarotan, Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, dengan sengaja dia melakukan tindakan menyimpang dengan menunjukan kemaluanya kepada sejumlah siswi SD.

Peristiwa amoral tersebut bermula saat beberapa siswi SD pulang sekolah. Saat itu dengan berpura – pura mencari rumput, Hendri yang datang dengan mengendarai sepeda motor secara diam – diam mengamati sekumpulan siswi SD tersebut. ketika para pelajar sekolah dasar itu lewat, Hendri langsung menghadang mereka.

Hendri kemudian membuka celananya dan memamerkan alat vitalnya. Tidak cukup menunjukan alat vital, Hendri dengan sengaja melakukan onani di depan para siswa SD itu. Menurut Kepala Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, saat itu ada lima siswi SD yang dihadang oleh Hendri. Para siswi itu ketakutan dengan aksi Hendri yang memamerkan kemaluanya dan melakukan onani dihadapan mereka.

Aksi amoral pria paruh baya itu semakin menjadi – jadi. Dia sempat memaksa beberapa siswi SD untuk mendekat dengan menarik tangan mereka. Beruntung, pelajar sekolah dasar itu berhasil meloloskan diri. Beberapa kemudian menceritakan perbuatan Hendri kepada orang tuanya. Mereka yang kesal dengan perbuatan menyimpang tersebut bergegas mencari Hendri. Setelah ketemu, pria 32 tahun itu langsung dihajar masa. Selain meluapkan amarah dengan hujan bogem ke tubuh Hendri, masa juga membakar sepeda motor miliknya. Akibat amukan masa itu, Hendry babak belur. Petugas Polsek Dampit yang mendapatkan laporan segera menuju lokasi kejadian. Pelaku kemudian diamankan oleh petugas.

“pelaku sudah diamankan setelah sempat sempat dihajar masa karena melakukan perilaku yang menyimpang kepada sejumlah siswi SD saat pulang sekolah,” kata Wahyu.

Hendri saat ini sudah berada di Polres Malang untuk menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, ada indikasi pelaku mengalami kelainan seks dan perilaku menyimpang. Sebab, diketahui pelaku sudah memiliki istri dan sudah enam tahun menjalani rumah tangga. Akibat tindakan menyimpang tersebut, pelaku terjerat dengan pasal 82 unto 76e Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Pelaku mendapatkan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Leave a Reply