Home >> Lamongan >> Kejari Lamongan Musnahkan Puluhan Juta Uang Palsu
Kejari Lamongan Musnahkan Puluhan Juta Uang Palsu

Kejari Lamongan Musnahkan Puluhan Juta Uang Palsu

Beritalamongan.com – Setelah mendapatkan keputusan hukum tetap di pengadilan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan pada hari Rabu kemarin (27 / 8 / 2015), barang bukti yang berupa puluhan juta uang palsu dan juga narkoba dimusnahkan. Hal tersebut dilakukan karena Kejari Lamongan takut barang bukti tersebut hilang dan disalah gunakan.

Barang bukti yang berupa uang senilai Rp 74 juta yang merupakan uang palsu semua, 15 handphone dari berbagai merk, narkotika jenis sabu dan ganja, ratusan pil carnopen, kesemua barang bukti tersebut telah mendapatkan keputusan hukum yang tetap dari pengadilan Lamongan untuk dimusnahkan dengan cara dibakar. Proses pembakaran barang bukti tersebut dilakukan di area parkir Kejari Lamongan. Sejumlah pihak yang berwenang juga turut menyaksikan proses pembakaran.

“kesemua barang bukti tersebut dimusnahkan setelah mendapatkan putusan hukum yang tetap dari pengadilan. Barang bukti tersebut merupakan barang bukti dari berbagai kasus yang terjadi dari tahun 2014 hingga 2015 yang terjadi di Lamongan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan, Ahmad Patoni.

Pembakaran barang bukti tersebut, selain sudah menjadi perintah dari pengadilan karena telah mendapatkan putusan hukum yang tetap juga karena untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan seperti hilang atau disalah gunakan.

“pemusnahan barang bukti ini dilakukan untuk menjaga supaya barang bukti tidak sampai disalah gunakan oleh beberapa oknum. Ya, namanya juga manusia,” kata Ahmad Patoni.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah barang bukti pil carnopen. Melihat jumlahnya yang sudah mencapai ribuan, ini berarti kasus narkoba di Lamongan juga sudah mengkhawatirkan. Beberapa kasus yang terjadi, mereka yang terjerat kasus narkotika ini adalah mereka yang masih usia muda. Ini menunjukan bagaimana sudah begitu hebatnya peredaran narkoba saat ini.

Sasaran narkoba sekarang juga bukan hanya ditujukan untuk mereka yang berduit atau kalangan tertentu tetapi sudah menyasar ke semua. Pelajar pun juga tidak luput dari godaan narkoba jenis ini. oleh karena itu, pengawasan tidak hanya perlu dilakukan oleh pihak sekolah tetapi juga oleh orang tua. Apalagi kehidupan anak atau pelajar lebih banyak dihabiskan di lingkungan keluarga.

Leave a Reply