Home >> Berita Jatim >> Tukang Gorengan Naik Haji
tukang gorengan asal jember bisa naik haji

Tukang Gorengan Naik Haji

Beritalamongan.com – Bukan hanya tukang bubur saja yang bisa naik haji tetapi tukang gorengan juga bisa. Buktinya, Juni Durahman (60) tukang gorengan asal jember ini bisa naik haji. Malah dia berhasil berangkat haji bersama dengan suami tercinta Neman (70). Dan ini bukanlah sinetron atau rekayasa sebuah adegan. Ini merupakan kisah nyata yang mereka alami di dunia ini seorang tukang gorengan naik haji.

Dengan tekad dan keteguhan hati yang kuat untuk berangkat haji, selama 20 tahun ini perempuan 60 tahun itu rajin menabung uang hasil jualan gorengan. Kegigihanya dalam mengumpulkan setiap rupiah yang didapatnya berhasil mewujudkan mimpi untuk bisa berangkat ke tanah suci.

Bak gaung bersambung, pundi – pundi rupiah yang berhasil ia kumpulkan bisa ia gunakan untuk mendaftarkan haji bersama suaminya. Kabar bahagia akhirnya datang juga ketika seseorang dari Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember memberikan informasi kepadanya bahwa dia bisa berangkat haji di tahun 2015 ini.

“alkhamdulillah, dapat surat dari pegawai Kemenag Jember untuk berangkat haji sekarang,” kata Juni Durahman, di Asrama Haji Surabaya pada Rabu (26 / 8 / 2015).

Selama 20 tahun ini, Juni bekerja keras mengumpulkan uang dengan berjualan gorengan dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 02.00 pagi. Setiap harinya dia biasa menjual onde – onde, ote – ote, tempe goreng, tahu goreng, sukun goreng, tape dan juga molen. Tak banyak untuk yang bisa dia dapatkan. Namun dengan kegigihanya dalam menabung, berapa pun uang yang didapatnya selalu ditabung.

“seshari biasanya hanya bisa mendapatkan untung sebesar Rp 50 ribu, itu pun kalau dagangan sedang ramai. Tetapi kalau sedang sepi, paling – paling hanya bisa mendapatkan untung Rp 40 ribu,” ujarnya.

Dengan pendapatan yang tidak pasti, Juni jugah masih harus membeli bahan gorengan untuk berjualan lagi besok. Dia pun juga masih memiliki tanggungan anak bungsu yang saat ini belajar di pondok pesantren.

Tak banyak sisa uang yang bisa ia tabung. Dalam sehari biasanya dia sisihkan uang sebesar Rp 2.000. dalam setahun, uang yang sudah disisihkanya itu ditabung ke bank.

“sisa keuntungan yang didapat Rp 2.000 perhari. Dalam setahun uang yang disisihkan ditabung ke bank,” ungkapnya.

Setiap hari Juni bersama dengan Neman suaminya biasa berjualan di daerah Mangli, Derajad Udang Windu, Kabupaten Jember. Mereka hanya mengandalkan uang dari hasil berjualan gorengan. Sebab, mereka tidak memiliki sawah. Hanya ada lahan yang ditanami pisang yang digunakan sebagai modal kehidupan sehari – hari.

Mereka sangat bersyukur, akhirnya mereka bisa berangkat haji pada tahun ini. Juni Durahman dan suaminya masuk dalam calon jamaah haji kloter 11 yang berangkat pada kamis (27 / 8 / 2015) pukul 09.30 WIB.

Leave a Reply