Home >> Berita Jatim >> Kesal dengan Tunjangan Tambahan Penghasilan, Mesin Fingerprint Jadi Amukan Satpol PP Bangkalan
absensi finger print

Kesal dengan Tunjangan Tambahan Penghasilan, Mesin Fingerprint Jadi Amukan Satpol PP Bangkalan

Beritalamongan.com – Mesin finger print menjadi luapan amarah sejumlah anggota Satpol PP Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang kesal akibat Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) yang diterima berkurang. Bagaimana tidak, mesin finger print tersebut menjadi penyebab utama berkurangnya besaran tunjangan yang harus mereka terima setiap bulanya.

Mesin finger print biasa digunakan untuk mengetahui kehadiran petugas Satpol PP. dari mesin itu bisa diketahui berapa rupiah tunjangan yang akan diterima oleh anggota Satpol PP setiap bulanya. Jika dalam satu bulan kehadiran minimal 18 hari maka besar uang tunjangan tambahan penghasilan yang diterima sebesar Rp 300 ribu. Tapi jika jumlah kehadiran kurang dari 18 hari maka jumlah uang tunjangan yang diterima juga tidak akan utuh Rp 300 ribu.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kepala Satpol PP Bangkalan, Moch Fachri.

“dulu kebijakan Pemkab setiap anggota menerima tunjangan bahaya sebesar Rp 300 ribu setiap bulan,” kata Fachri, Selasa (25 / 8 / 2015).

Namun undang – undang tersebut sekarang sudah diubah. Tunjangan bahaya sekarang diganti dengan tunjangan tambahan penghasilan (TTP). Begitu pula dengan mekanisme kehadiran yang saat ini sudah menggunakan absensi finger print. Jadi setiap masuk dan pulang kerja mereka harus absensi dulu.

“kalau pagi, absensinya mulai dari jam 6.30 sampai 7.30. sementara untuk sore, absensinya mulai pukul 15.00 sampai 16.00 WIB,” papar Fachri.

Fachri menambahkan yang menjadi masalah di sini adalah jika checklocknya di luar jam tersebut maka absensi tidak bisa dilakukan. Misalkan saat menjalankan tugas di luar dan harus sampai di lokasi pada pukul 06.00 pagi, nah kalau sudah seperti itu harus bagaimana absenya. Tentu hal tersebut juga akan menjadi masalah bagi petugas. Di satu sisi harus segera berangkat untuk menjalankan tugas namun di sisi lain jika mereka berangkat menjalankan tugas sementara mereka juga belum absen dengan mesin finger print tersebut maka mereka juga tidak akan bisa menerima tunjangan tambahan penghasilan utuh. Jika kondisinya seperti ini keberadaan mesin finger print tersebut bukanya mempermudah untuk absen malah yang terjadi sebaliknya.

Leave a Reply