Home >> Peristiwa >> Rumah ini Tetap Berdiri Kokoh di Hari Kedua Pembongkaran Kampung Pulo
proses pembongkaran rumah warga di kampung pulo dengan alat berat

Rumah ini Tetap Berdiri Kokoh di Hari Kedua Pembongkaran Kampung Pulo

Beritalamongan.com – Sebuah peristiwa yang cukup aneh terjadi di hari kedua pembongkaran pemukiman warga di Kampung Pulo. Di saat rumah – rumah yang lain yang berada di bantaran Kali Ciliwung berhasil diratakan dengan tanah, satu rumah ini masih bisa beridiri kokoh dan selamat dari hantaman alat berat. Diketahui, rumah tersebut merupakan rumah milik Haji Musa. Para saksi yang melihat kejadian menuturkan bagiamana alat berat yang diturunkan oleh petugas tidak mampu merobohkan rumah tersebut.

Menurut keterangan dari Titin (43) warga RT 11 / RW 03, dia yang saat itu melihat langsung kejadin merasa heran sebab sebuah alat berat yang mencoba merubuhkan rumah tersebut mendadak mesinya mati. Bahkan sampai empat kali mencoba, mesin backhoe mati terus.

“sampai empat kali mencoba menghancurkan rumah tersebut tapi mesin alat berat itu terus mati,” kata Titin.

Ketika mesin alat beratnya mati, pengemudi backhoe mencoba menghidupkanya kembali. Setelah mesin hidup kembali, dia mencoba untuk menghancurkan rumah Haji Musa lagi. Mendadak mesin mati lagi. Sampai empat kali mencoba, pengemudi backhoe itu masih belum berhasil meratakan bangunan.

Akhirnya setelah gagal menghancurkan rumah Haji Musa, pengemudi backhoe kemudian pindah ke sebelah untuk menghancurkan bangunan yang lain. Sungguh sangat mengherankan, begitu pindah ke rumah sebelah mesin backhoe berjalan normal.

Yusuf yang rumahnya berada tidak jauh dari kediaman Haji Musa menuturkan rumah tersebut sering dijadikan tempat pengajian dan juga sholat tarawih oleh warga sekitar. Biasanya pada hari Jumat warga berkumpul untuk melakukan pengajian. Bukan hanya rumah tersebut sering dijadikan sebagai tempat ibadah, Haji Musa juga terkenal dengan sifat kedermawananya.

“biasanya pada hari Jumat rumah tersebut digunakan sebagai tempat mengaji. Rumah tersebut juga digunakan sebagai tempat shalat tarawih, wajarlah kalau rumah tersebut sulit dirobohkan,” kata Yusuf.

Hingga berita ini diturunkan, rumah Haji Musa tetap berdiri kokoh di Kampung Pulo. Sementara rumah – rumah yang lain yang ada di sekitarnya sudah berhasil diratakan dengan tanah. Banyak yang heran dengan peristiwa aneh di hari kedua pembongkaran Kampung Pulo ini.

Leave a Reply