Home >> Gaya Hidup >> Cinta yang Dipertemukan melalui Tempe
Mujimin dan Saikem melangsungkan pernikahan

Cinta yang Dipertemukan melalui Tempe

Beritalamongan.com – cinta bisa datang dari mana saja. Bukan hanya dari mata turun ke hati tetapi juga dari mulut turun ke hati. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana dua insan ini Mujimin dan Saikem bisa mengikrarkan cinta lantaran tempe. Uniknya lagi keduanya kini sudah memasuki usia 62 tahun. Sungguh bukan usia yang dewasa lagi tetapi sudah lanjut usia. Namun cinta yang berawal dari tempe akhirnya berujung di pelaminan.

Mujimin dan Saikem sudah kenal sejak tiga tahun yang lalu. Pertemuan mereka diawali saat Mujimin melihat Saikem berjualan sayur lewat di depanya. Saat itu Mujimin hendak membeli tempe.

“pertama kali ketemu, saat itu Mujimin mau membeli tempe,” kata Saikem, Sabtu (22 / 8 / 2015).

Pada pertemuan pertama tersebut, belum ada benih – benih cinta yang tumbuh di hati Sakinem. Baginya, Mujimin saat itu hanyalah pembeli biasa. Namun tidak demikian dengan Mujimin. Cinta yang sudah lama dipendamnya, membuatnya semakin kreatif melakukan berbagai cara mendekati Saikem.

“dia sering menghentikan saya saat saya mau lewat berjualan. Alasanya saat itu ingin membeli tempe,” kata Saikem.

Saking seringnya Mujimin membeli tempe, dari situlah keduanya mulai saling mengobrol. Setelah itu mereka mulai dekat. Cinta pun mulai tumbuh di hati mereka. Pada akhirnya mereka memadu kasih. Setelah tiga tahun menjalin hubungan baik satu sama lain, Mujimin dengan gagah berani mengutarakan keinginanya untuk meminang sang kekasih, Saikem. Tawaran dari Mujimin tersebut langsung dibalas oleh Saikem. Tanpa perlu panjang lebar lagi, Saikem menyetujuinya.

“saya langsung bilang iya kepada Mujimin. Anak – anaknya juga setuju,” kata Saikem.

Keinginan Mujimin untuk mempersunting Sakinem bertepatan dengan nikah masal yang diadakan di Bantul. Kepala Desa juga memberikan tawaran kepadanya untuk mengikuti nikah masal itu. Mujimin pun akhirnya berhasil mempersunting Saikem di hari yang membahagiakan itu.

“ditawari nikah bareng, ya mau saja,” kata Saikem.

Inilah bukti cinta tak mengenal usia. Di usia lanjut pun, cinta bisa datang kapan saja. Kini mereka telah bahagia dengan janji suci untuk hidup sebagai sepasang suami istri.

Leave a Reply