Home >> Lamongan >> Belum Setahun Dibangun, Tembok Penahan Tanah Sudah Retak
tembok penahan tanah di Desa Puncakwangi

Belum Setahun Dibangun, Tembok Penahan Tanah Sudah Retak

Beritalamongan.com – belum setahun tembok penahan tanah di Desa Puncakwangi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan sudah mengalami retak. Diduga pengerjaan pembangunan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dugaan tersebut muncul setelah beberapa fakta terkuak.

Fakta pertama, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berasal dari APBN melalui Dinas Pertanian dilakukan melalui pihak ketiga tanpa ada pemberitahuan kepada desa. Fakta kedua, pembangunan TPT ini terkesan asal – asalan. Hal ini diungkap oleh Kepala Desa Puncakwangi, Bagus Dwi.

“pembangunan TPT dilakukan secara asal – asalan oleh pelaksana proyek,” kata Bagus.

Bagus juga pernah mempertanyakan RAB bangunan TPT tersebut. namun tidak ada jawaban baik dari dinas maupun pihak terkiat. Pihak desa merasa dirugikan atas pembangunan proyek tersebut. sebab, masyarakat telah mengeluarkan swadaya lebih dari Rp 30 juta.

“pernah saya tanyakan rincian bangunan TPT Desa Puncakwangi itu, tetapi tidak mendapatkan jawaban,” ungkap Bagus.

Fakta ketiga, Kepala Desa Puncakwangi itu juga pernah mengancam pihak pelaksana pembangunan dengan melaporkanya ke Kejaksaan lantaran papan info proyek dan RAB tidak ada.

“saya pernah mengancam akan melapor ke Kejaksaan lantaran tidak ada papan info proyek dan RAB yang terpasang. Saya yakin kalau ini sudah menyalahi Bestek,” ujar Bagus.

Fakta keempat, TPT itu dibangun di sisi kanan kiri badan jalan yang membujur ke barat dari jalan Desa. Dengan anggaran APBN sebesar Rp 89 juta itu, panjang proyek pembangunan TPT seharusnya 218 meter. Tetapi nyatanya panjang bangunan TPT itu hanya 100 meter. Sementara tingginya tak lebih dari 30 cm.

Fakta terakhir, bangunan TPT itu dibangun dengan material yang tidak sewajarnya. dari bangunan yang retak, terlihat di dalamnya hanya terdiri dari bahan material batu kapur yang dilapisi campuran pasir dan semen. Itu pun juga tidak terlalu tebal. Diduga karena bahan material yang digunakan tidak sesuai, maka bangunan TPT belum genap setahun mengalami kerusakan. Terdapat banyak retakan di sepanjang bangunan TPT tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai hal ini.

Leave a Reply