Home >> Nasional >> Kampung Pulo Digusur, Lalu Lintas Jatinegara Barat Kembali Dialihkan
satu alat berat ratakan pemukiman di Kampung Pulo

Kampung Pulo Digusur, Lalu Lintas Jatinegara Barat Kembali Dialihkan

Beritalamongan.com – Bagi anda yang akan menuju Matraman melalui Jatinegara, perjalanan anda akan sedikit terganggun karena petugas mengalihkan lalu lintas selama proses penggusuran Kampung Pulo. Hari ini merupakan hari kedua petugas melakukan penggusuran terhadap kampung yang berada di sepanjang bantaran Kali Ciliwung itu.

Kombes Pol Umar Faroq, Kapolres Jakarta Timur menjelaskan lalu lintas dari arah terminal Kampung Melayu yang melintasi Jatinegara akan dialihkan di depan sekolah Santa Maria melintasi jalan Jatinegara Timur.

“kendaraan yang mengarah ke Matraman dialihkan melalui Jatinegara Timur. jadi, sebelum Sekolah Santa Maria lalu lintas dibelokan ke kanan melintasi jalan Jatinegara Timur,” kata Kombes Pol Umar Faroq.

Petugas akan menerapkan contra flow di jalan Jatinegara yang mengarah ke Matraman Raya. Untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi, petugas dari personel polisi lalu lintas telah disiagakan di wilayah tersebut.

Belum ada kepastian sampai kapan penerapan contra flow di Jalan Jatinegara ini akan diberlakukan oleh petugas. Sebab, petugas juga masih melihat perkembangan di lapangan terkait penggusuran Kampung Pulo.

“kalau memang sudah kondusif tentu lalu lintas kan di fungsikan kembali,” jelas Umar.

Mengingat pada hari pertama penggusuran Kampung Pulo kemarin yang mendapat perlawan dari warga, petugas telah melakukan langkah antisipasi untuk mengatasi berbagai hal yang tidak diinginkan. Selain menerjunkan lebih banyak aparat di lapangan, mengalihkan lalu lintas juga termasuk salah satu langkah untuk mengantisipasi suasana yang tidak kondusif di lapangan.

Hari ini sekitar 3.000 personel diterjunkan untuk mengantisipasi terjadi kembali kerusuhan. Sejak kemarin malam hingga pagi hari tadi, kondisi memang sudah kembali kondusif. Sejak tadi malam petugas jgua telah disiagakan untuk menjaga keamanan Kampung Pulo.

Akibat kerusuhan kemarin beberapa personel mengalami luka – luka termasuk juga personel dari Satpol PP. warga sepertinya masih enggan untuk meninggalkan kampung Pulo yang sudah menjadi kediaman mereka selama bertahun – tahun. Pemkot DKI sebenarnya telah memberikan solusi untuk relokasi. Namun warga menginginkan ganti rugi dari tanah yang digusur. Selain itu mereka juga keberatan karena tinggal di rusun yang telah disediakan dengan kondisi kamar yang sempit dan mereka juga harus membayar biaya sewa Rp 200 ribu perbulan.

Leave a Reply