Home >> Nasional >> Selamat Tinggal Kampung Pulo
Kampung Pulo

Selamat Tinggal Kampung Pulo

Beritalamongan.com – hari ini, Rabu (20 / 8 / 2015), Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur akan melakukan pembongkaran pemukiman warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Kampung yang berada di pinggir sungai itu dalam dua hari ini ditargetkan akan diratakan dengan tanah terkait normalisasi bantaran sungai Ciliwung.

“pukul 07.00 WIB nanti kami akan melakukan relokasi warga ke rusun. Setelah itu kami akan melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang berada di kampung Pulo sepanjang bantaran sungai Ciliwung,” kata Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana.

Rencana teknis pembongkaran pemukiman di Kampung Pulo dilakukan hari ini secara menyeluruh. Akan tetapi jika waktunya tidak cukup maka akan dilanjutkan pada esok hari.

“rencana satu hari selesai. Tapi jika waktunya tidak cukup akan dilanjutkan besok. Target bulan Oktober 2015 semua sudah selesai,” ungkapnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Kukuh Hadisantosa.

“pengosongan pemukiman warga Kampung Pulo akan dilaksanakan pada hari ini, hal itu merupakan kebijakan dari Walikota Jakarta Timur” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta, Ahok, sebelumnya sudah merencanakan untuk melakukan relokasi warga Kampung Pulo ke Rusunawa Jatinegara. Untuk melakukan relokasi tersebut, Satpol PP sudah dibuatkan posko di Jatinegara yang siap membantu warga Kampung Pulo jika mereka bersedia pindah. Namun relokasi saja bagi warga masih belum cukup. Warga Kampung Pulo menolak dengan tegas penggusuran terhadap rumah yang telah bertahun – tahun mereka tinggali. Mereka menginginkan Pemprov Jakarta membayar ganti rugi tanah yang digusur. Belum lagi masyarakat juga keberatan karena harus membayar uang sewa Rp 200 ribu setiap bulanya. Mereka juga kurang begitu suka dengan kondisi kamar yang sempit dan hanya memiliki dua kamar saja di dalamnya.

Kebijakan untuk merelokasi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Ciliwung ini dilakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi banjir. Pemukiman warga dinilai mengganggu aliran sungai yang menyebabkan sungai meluap saat hujan turun. Akibatnya Jakarta selalu menjadi langganan banjir. Diharapkan dengan upaya relokasi ini bisa mengembalikan fungsi bantaran sungai Ciliwung.

Leave a Reply