Home >> Berita Jatim >> Puluhan Siswa MI di Mojokerto Gelar Sholat Istisqa
Puluhan Siswa MI di Mojokerto Gelar Sholat Istisqa

Puluhan Siswa MI di Mojokerto Gelar Sholat Istisqa

Beritalamongan.com – Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu desa langganan kekeringan tiap musim kemarau. Di musim kemaru tahun ini pun, desa tersebut masih mengalami krisis air bersih. Tentu para petani di desa tersebut yang paling merasakan dampak dari kekeringan ini. mereka tidak lagi bisa menanami sawahnya karena hujan juga tidak turun ditambah saluran irigasi yang sudah tidak lagi mengalir sejak lima bulan lalu. Atas kondisi kekeringan inilah puluhan siswa Mardasah Ibitidaiyah (MI) Miftakhul Ulum menggelar sholat istisqa atau sholat meminta hujan.

Setelah jam pelajaran selesai, guru agama sekolah tersebut mengajak puluhan siswa MI menggelar sholat istisqa. Sholat tersebut digelar di atas lahan persawahan yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah. Kondisi lahan persawahan tersebut sudah sangat memprihatinkan dimana banyak permukaan tanah yang pecah dan tandus bekas sisa pembakaran batang padi.

“sudah lima bulan tidak turun hujan di desa kami sehingga kami menggelar sholat istisqa untuk meminta hujan. Selama tidak turun hujan, lahan pertanian mengering padahal warga di sini pekerjaanya adalah petani,” kata Alvin, salah satu siswa MI.

Menurut Kusnan, salah satu guru MI Miftakhul Ulum, Desa Pucuk merupakan salah satu kawasan langganan kekeringan. Bahkan tahun lalu kekeringan yang melanda desa tersebut menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan dan warga kesulitan air bersih. Beruntung pada tahun ini, warga mendapatkan bantuan pasokan air bersih sehingga krisis air pun sudah terbantu. Namun karena irigasi masih belum mengalir, warga yang sebagain besar bermata pencaharian sebagai petani tidak bisa menanami lahan persawahan mereka sehingga hanya lahan yang tandus yang terlihat di desa tersebut.

Selain bantuan pasokan air bersih, saluran irigasi juga sangat diharapkan oleh warga khususnya para petani supaya difungsikan kembali. Petani yang hanya mengandalkan hujan tentu akan kesulitan jika intensitas hujan mulai menurun apalagi di musim kemarau hujan sudah jarang lagi turun. Jika irigasi masih mengalir, petani akan bisa kembali menanami lahan sehingga roda perekonomian pun akan kembali berputar.

Leave a Reply