Home >> Berita Jatim >> Jaringan Pengedar Narkoba International Sembunyikan Narkoba dalam Sol Sepatu
ilustrasi: jaringan peredaran narkoba internasional

Jaringan Pengedar Narkoba International Sembunyikan Narkoba dalam Sol Sepatu

Beritalamongan.com – Peredaran narkoba jenis sabu – sabu berhasil diungkap oleh Jajaran Polres Sampang, Madura, Jawa Timur. Pengedar sabu ini sangat cerdik mengelabuhi petugas pemeriksaaan di bandara.

Supaya bisa lolos dari pemeriksaan, tersangka yang berinisial DY yang datang dari Malaysia menyembunyikan sabu di dalam sol sepatu. Benar saja, upaya yang dilakukan oleh tersangka berhasil mengelabuhi petugas. Dengan cara tersebut, tersangka berhasil membawa sabu dalam jumlah yang cukup besar ke Sampang.

Berawal dari penangkapan pemakai sabu yang berinisial ER, polisi akhirnya bisa membongkar kecerdikan sang pelaku. setelah ER ditangkap, petugas yang melakukan pengembangan kemudian berhasil menangkap JR, seorang mantra yang bekerja di Puskesmas Sreseh. ER mendapatkan sabu darinya. JR mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari DY. Dari keterangan JR ini petugas kemudian bergerak cepat untuk melakukan penangkapan kepada pelaku.

Ketiga tersangka kini telah mendekam di balik jeruji besi di Mapolres Sampang. Selain mengamankan barang bukti, petugas juga menyita beberapa lembar uang Malaysia. Para tersangka disinyalir merupakan jaringan peredaran narkoba internasional.

“barang bukti berupa sabu seberat 5,95 gram diamankan dari tangan pelaku. satu tersangka lagi masih dalam buruan. Diduga dia membawa sabu dalam jumlah yang lebih banyak,” ungkap Kasat Narkoba Polres Sampag, AKP Arief Kurniady pada hari Selasa (18 / 8 / 2015).

AKP Arief menambahkan, para tersangka akan dikenai pasal 112 ayat 1 sub pasal 114 sub pasal 127 sub pasal 132 Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukam maksimal penjara seumur hidup.

Peredaran narkoba di Sampang sudah semakin mengkhawatirkan. Para pengedar telah menyasar ke semua kalangan. Terbukti, petugas kesehatan saja bisa tergiur dengan godaan narkoba ini. padahal secara logika, mereka yang lebih mengerti bahaya narkoba tidak seharusnya ikut terjerumus ke dalam jerat narkoba. Tetapi kenyataanya, dengan ditangkapnya seorang mantri di Puskesmas Sreseh itu membuktikan bahwa siapa saja bisa menjadi bagian dari narkoba. Entah sebagai pemakai maupun sebagai pengedar.

Leave a Reply