Home >> Lamongan >> Tali Putus Saat Bendera Merah Putih Akan Dinaikan
prosesi pengibaran bendera merah putih di Lamongan

Tali Putus Saat Bendera Merah Putih Akan Dinaikan

Beritalamongan.com – Sudah menjadi agenda tahunan setiap tanggal 17 Agustus selalu diadakan upacara bendera untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia. Semua elemen masyarakat bersatu dalam barisan yang rapi mengikuti setiap prosesi pengibaran bendera merah putih.

Di Lamongan biasanya juga diadakan upacara pengibaran bendera merah putih. Pada upacara bendera yang berlangsung di alun – alun kota Lamongan kemarin (17 / 8 / 2015) terjadi sebuah insiden kecil yang membuat para pasukan pengibar bendera merah putih mati gaya.

Di saat para petugas pengibar bendera telah membentangkan bendera dan bersiap menarik tali untuk menaikan bendera, tali yang digunakan mendadak putus. Ketiga pasukan yang berdiri di sekitar tiang pun hanya terdiam. Kemudian datang peserta upacara lain yang membantu memperbaiki kerusakan tersebut. prosesi pengibaran bendera merah putih di Lamongan pun kembali dilanjutkan.

Nefranita Halvei, siswi Kelas XI SMAN 2 Lamongan ditunjuk sebagai petugas pembawa bendera. Sementara petugas pengibar terdiri dari Ahmad Moh Sufyan, siswa SMAN 1 Lamongan, Dimas Pratama, siswa SMAN 2 lamongan dan Gilang Ramadhan, siswa SMK Muhammadiyah 1 Lamongan. Plh Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi menjadi Inspektur Upacara. Sementara Letu Arm Yusnadi yang bertugas di sebagai Komandan Koramil Turi menjadi Komandan Upacara.

Berbeda dengan prosesi acara pengibaran bendera di pagi hari, prosesi penurunan bendera berjalan dengan hikmat. Elly Prihasti Rahayu, siswi SMA Persatuan Kedungpring bertugas sebagai pembawa bendera. Tetapi untuk petugas penurun bendera masih dilakukan oleh petugas yang sama. Ipda Daud petugas dari Polsek Babat bertugas sebagai komandan kompi.

Di momentum hari kemerdekaan RI, para napi juga mendapat berkah. Sebanyak 110 narapidana dan anak pidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan mendapatkan remisi umum. 9 narapidana diantaranya langsung bebas setelah mendapatkan remisi. Para napi tersebut menerima remisi yang bervariasi mulai dari 1 bulan hingga 5 bulan.

47 napi mendapatkan remisi 1 bulan, 20 napi mendapatkan remisi 2 bulan, 29 napi mendapatkan pengurangan masa penahanan hingga 3 bulan, 10 napi mendapat remisi 4 bulan dan 4 napi lainya mendapatkan remisi 5 bulan.

Leave a Reply